Kamis, 10 Rajab 1444 H / 2 Februari 2023

Keinginan Orang Tua dan Calon Suami Berbeda

Assalamualaikum wr. Wb.

Ibu, saya adalah seorang wanita yang belum menikah. Alhamdulillah, setelah lulus kuliah, saya diterima bekerja di sebuah institusi yang cukup ternama di kota saya. Saya memang menginginkan bekerja di profesi ini, namun saya tidak pernah memaksakan untuk harus bekerja pada institusi tertentu. Sementara kedua orang tua saya, memang telah lama menginginkan salah satu anaknya bekerja pada institusi tersebut. Mereka bahkan membanggakan saya pada teman-teman dan kerabatnya.

Jujur, saya sangat bangga dapat membahagiakan kedua orang tua saya. Namun, saat saya dekat dengan seorang pria dan berencana untuk serius, saya menjadi bimbang. Ia saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya dan kemungkinan akan bekerja di kota yang berlainan dengan saya. Karena merasa sudah siap untuk menikah, ia menanyakan kesediaan saya untuk tinggal bersamanya apabila kami menikah, yang berarti saya harus meninggalkan pekerjaan saya saat ini.

Sebagai seorang muslimah, saya menyadari bahwa kewajiban terbesar seorang isteri adalah berbakti kepada suami. Saya tidak keberatan untuk mengikuti domisili suami. Namun, saat ini saya belum menikah. Berarti, kewajiban terbesar saya adalah berbakti kepada orang tua. Masalahnya, orang tua menginginkan saya menikah dengan pria yang tinggal di kota yang sama dengan saya. Bila tidak, ia harus bersedia tinggal berjauhan dengan saya, supaya saya tetap bisa bekerja di institusi saya saat ini. Kesepakatan ini harus ada sebelum menikah, dan calon suami saya keberatan dengan itu.

Semoga Ibu tidak keberatan untuk membantu menyelesaikan kebimbangan saya.

Wassalamualaikum wr. Wb.

Assalamualaikum wr.wb

Bekerja sesuai dengan profesi yang diinginkan pada sebuah intitusi ternama tentu adalah dambaan semua orang, orangtuapun pasti merasa bangga karena tidak semua orang memiliki kesempatan seperti anda. namun nampaknya kedekatan anda dengan seorang pria yang sedianya menjadi calon suami anda membuat kebimbangan tersendiri bagi anda. karena pekerjaan bagus yang tengah anda genggam saat ini kemungkinan akan terlepas bila anda memutuskan menikah dan ikut tinggal bersama suami yang kemungkinan akan bekerja di kota lain.

Saya memahami dilemma yang anda rasakan karena bagi anda tentu melepaskan pekerjaan sekaligus mengecewakan orang tua juga merupakan hal yang sama beratnya dengan melepaskan si dia yang Insya Allah anda harapkan kelak menjadi suami. Apalagi orangtua dan calon suami sama-sama bersikeras dengan keinginannya agar anda menuruti salah satu dari mereka.

Menurut saya, karena masalah ini masih merupakan kemungkinan-kemungkinan, yaitu kemungkinan calon anda akan bekerja diluar kota, yang berarti kemungkinannya juga belum tentu bukan? Kemungkinan lain anda sebelum menikah bisa mencari pekerjaan lain pada intitusi yang kurang lebih sama bagusnya dengan tempat anda bekerja saat ini. Karena bisa jadi ada kekhawatiran orang tua anda bahwa belum tentu di kota lain anda memiliki kesempatan seperti saat ini. Pastilah orangtua anda menginginkan anak perempuannya menjadi wanita mandiri yang memiliki karier yang bagus setelah dengan segala susah payah beliau menyekolahkan anda hingga perguruan tinggi.

Sebenarnya hal yang paling memungkinkan untuk saat ini adalah meminta petunjuk Allah agar Dia memberikan anda kekuatan untuk menentukan pilihan terbaik dalam menghadapi masalah yang mungkin akan anda hadapi nanti. Mohonlah petunjuk apakah dia adalah jodoh dan pendamping yang terbaik bagi hidup anda, karena kesempatan mendapat jodoh yang baik tentu tidak datang berulangkali. Karena bila memang bila dia jodoh terbaik tentu pengorbanan anda tidak akan sia-sia. Di samping itu insya Allah dengan izinNya orangtua anda akhirnya juga akan mengizinkan bila tiba waktunya nanti. Karena kebahagiaan anak bagi orang tua lebih utama.

Sebagai anak yang belum menikah, memang kewajiban anda berbakti dan taat pada orang tua. Cobalah mencari titik temu antara dua keinginan yang menjadi pangkal kebimbangan anda. Saya yakin pasti ada jalan tengah yang menjembatani dua keinginan tadi. Bila anda sendiri ikhlas dan bersedia mengikuti keinginan calon suami, tentu tugas anda meyakinkan kedua orangtua untuk tidak menghawatirkan masalah pekerjaan. Karena meski agak sulit, pekerjaan baru bisa dicari lagi. Di samping itu setelah menikah, tugas utama seorang isteri adalah mengurus keluarga meski tidak menutup kemungkinan untuk tetap memiliki karier.

Nah. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan sedikit banyak mengurangi kebimbangan anda. wallahu’alam bishawab.

Wassalamualaikum wr. wb.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Bermasalah dengan Ibu Mertua

Kamis, 11/01/2007 09:26

Pengobatan terhadap Sihir

Selasa, 07/03/2017 14:00

Jangan Asal Membulatkan

Selasa, 12/07/2011 13:33

Bungkam Atas Kecelakaan

Sabtu, 02/05/2015 12:56

Jangan Meminta Yang Bukan Hakmu

Kamis, 19/03/2009 15:16

Percayalah, Benda Itu Membahayakan!

Kamis, 21/02/2013 08:57

Mendudukkan Kembali Peran Agama

Sabtu, 07/02/2009 09:08

Baca Juga

Jatuh Cinta dengan Pria Homo

Rabu, 31/10/2007 05:58

Dipermalukan Mertua

Selasa, 30/10/2007 05:33

Apakah Suami Saya Selingkuh?

Senin, 29/10/2007 07:53

Harus Pilih Siapa?

Jumat, 26/10/2007 05:07

Bagaimana Ending Cerita Ini?

Kamis, 27/09/2007 07:23

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending