Rabu, 12 Jumadil Awwal 1444 H / 7 Desember 2022

Menghadapi Orang Tua yang Tidak Dewasa

Assalammualaikum umi

Umi saya sangat merindukan hubungan yang baik antara ibu dan anak. hampir sepuluh tahun terakhir ini kondisi saya dengan ibu tidak baik, dalam arti saya sudah hilang kepercayaan pada ibu saya. Hal tersebut berawal dari tindakan ibu saya yang suka berbohong.

Dia selalu beralibi ketika saya mengkonfirmasi minta keterangan padannya. yang paling fatal saat dia menikah diam-diam, dengan orang yang beristri. saya memang melarang karena saya melihat gelagat yang tidak baik, dan ternyata memang terbukti saat ini, ibu saya ditinggalkan dengan beban yang besar yaitu hutang.

Dari kejadian tersebut saya pikir ibu akan jera ternyata tidak, dia selalu berbohong seperti biasa. jujur saya sangat kecewa, umi apa yang harus saya lakukan menghadapi orang tua yang sangat tidak dewasa dan suka berbohong?

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Sdr Uun yang shalihat,
Anda mempunyai seorang Ibu yang suka berbohong, menikahpun dengan diam-diam, nah sebagai anak Andapun merasa kecewa. Menurut Ibu perasaan kecewa sangat manusiawi dan menandakan bahwa sebenarnya Anda menyayangi Ibu.

Nah Sdr. Uun, janganlah kekecewaan pada Ibu justru menjauhkan Anda darinya. Saya menangkap isyarat bahwa hubungan dengan Ibu menjadi kaku dan ada jarak, apa demikian? Sungguh ini ujian Anda, jadi Anda dapat menjadi anak shalihat atau tidak, test case-nya adalah kasus ini. Apakah kini Ibu menjadi janda? Wah, apalagi beliau hidup menjanda. Tak mudah menghidupi diri dan anak-anak dalam kondisi tanpa suami memang. Jadi sebagai anak, cobalah empati pada Ibu.

Sdr. Uun, coba ingat-ingat saat apa Ibu berbohong. Siapapun yang berbohong pasti ada motivasinya. Apa latar belakangnya? Berbohong dapat dipakai sebagai mekanisme pertahanan diri, agar merasa ”nyaman” dan ”aman”. Berbagai cara dilakukan individu untuk menyelematkan ego-nya, inilah yang sering disebut mekanisme pertahanan diri (ego-defence mechanism). Misalnya dengan melakukan rasionalisasi, agar nampak ada alasan maka tindakannya dibawa pada ranah agar nampak logis dan rasional. Atau individu memakai ”topeng” untuk menutupi alasan sebenarnya; indiidu lain mungkin dengan melemparkan kesalahan pada orang lain.

Berbagai bentuk ego-defence mechanism untuk berbagai kasus.Orang-orang pada umumnya menggunakan cara ini untuk melindungi dirinya, tetapi kalau berlebihan tentu saja menunjukkan ”tidak sehat mental”.

Menurut agama, kebohongan adalah dosa. Ia merupakan tanda-tanda sifat orang munafik. Saran Ibu, bawalah Ibu pada pemahaman agama yang lengkap, bahwa Islam juga mengatur masalah akhlak. Tunjukkan rasa sayang Anda pada Ibu, agar nasihat dapat diterima. Kalau hubungan Anda tidak baik pada Ibu, ini menjadi kendala Anda untuk memasukkan nilai-nilai kebaikan pada Ibu. Nah Sdr. Uun, ini adalah ladang jihad Anda, yakni jihad dalam keluarga. Do’a Ibu selalu.

Wallahu a’lam bissshawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ibu Urba

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Ber- Aqidah Itu Tenteram !

Selasa, 24/02/2015 11:30

Kehilangan Motivasi

Rabu, 23/05/2007 12:09

Apakah Dzulqarnain Seorang Nabi?

Jumat, 12/11/2021 06:15

Gusi Bengkak

Minggu, 09/11/2008 14:11

Kemilau di Balik Senja

Rabu, 19/12/2012 08:43

Baca Juga

Perkawinan di Dua Sisi

Senin, 21/04/2008 05:51

Suami Menikah Lagi, Saya Ingin Cerai

Jumat, 18/04/2008 05:30

Under Presure

Rabu, 16/04/2008 05:30

Aqidah Anak yang Terancam

Kamis, 10/04/2008 09:14

Bingung dengan Tingkah Isteri…

Kamis, 03/04/2008 04:25

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending