Selasa, 17 Muharram 1444 H / 16 Agustus 2022

"Teman Curhat" Suamiku

Ibu, suami saya suka dimintai pendapat/ saran oleh teman wanitanya yang sudah menikah. Karena teman wanita suami menilai suamiku bisa memberikan solusi yang dapat menenangkan hatinya.

Pada awalnya saya tidak keberatan karena suami terbuka perihal teman wanita yang curhat sama dia. Tapi saya curiga karena keinginan saya melihat-lihat HPnya ternyata pernah beberapa bulan yang lalu saya melihat sms dari suami yang menurut saya berlebihan karena di dalam sms-nya ada kata-kata ~ aku masih sayang kamu… ~

Setelah saya bicarakan dengan suami, dia hanya menjelaskan bahwa kata-kata yang ditulisnya tidak ada maksud lain hanya membesarkan hatinyayangsedang galau.

Tapi bu, apa yang harus saya lakukan karena teman wanita suamiku terus berusaha menghubunginya dan apa yang harus bicarakan dengan suami karena saya takut perilaku suamiku yang baik terhadap wanita akan menjadi bumerang bagi anak perempuan saya.

Bu, sebelumnya suami pernah berkata jujur memang pahit kenyataannya karena senang (suamiku simpati & merasa kasihan kepada wanita itu) dan wanita itu tahu. Wanita itu juga pernah bilang ke suamiku kalau seandainya kita ketemu dalam keadaan single pasti sekarang kita sudah menikah. Saya cemburu mendengar pengakuan suami. Tolong saya Bu…

Wasalam

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Ibu Ana Ratnasari yang disayangi Allah SWT,

Saya dapat merasakan bahwa seorang isteri pasti akan mencemburui suaminya yang menjadikan wanita lain sebagai tempat curhatnya. Semestinya pasangan hidup dijadikan tempat berlabuh dari segala keluh kesah, yang akan menjadikan rasa senasib sepenanggungan, rasa saling memiliki, rasa saling bekerjasama untuk mencari solusi.

Kalau pemberi solusi ini adalah orang lain, maka dikhawatirkan akan memunculkan benih rasa yang lain. Awalnya rasa kagum, simpati, hutang budi atau semacamnya. Kemudian akan muncul ketergantungan. Inilah yang dimanfaatkan oleh syaithanurrajim sehingga nafsu-nafsu syahwat menggoda. Bayangan-bayangan instink biologis mewarnai, ingin kedekatan secara fisik, bahkan ingin memiliki.

Suami Ibu sudah melampaui tahap itu nampaknya. Mungkin sekarang rasionya telah tertutupi oleh jalinan emosi yang lebih besar. Ibu dapat membantu insya Allah dengan mengubah kondisi ini menjadi sebaliknya, agar rasionya dapat mengontrol emosinya. Pertama ibu harus tenang menghadapi persoalan ini, jangan juga ibu terpengaruh oleh gejolak emosi cemburu yang berlebihan. Ibarat badai tengah datang, yakinlah bahwa badaipun pasti berlalu.

Selain menguatkan iman, menstabilkan emosi, suatu komunikasi yang baik dalam kondisi seperti ini amat besar pengaruhnya. Kadang-kadang keadaan diperparah oleh komunikasi yang tidak lancar antar pasangan, baik salah satu atau keduanya.

Ibu, ibaratnya saat ini suami tengah dilanda impian-impian buta, keadaannya sangat labil. Perlu dikembalikan pada rasionalitas, keimanan dan kecintaan tertinggi pada Allah. Juga komitmen berumahtangga yang tengah terjalin selama ini perlu ditata ulang. Ingatkan dia untuk tidak berputar-putar di sekitar hubungan yang subhat, di batas yang remang-remang. Jalan poligami, jika itu harus dipilih maka tidak boleh dalam kondisi yang emosional, karena mengandung konsekuensi yang panjang, bagi keluarga ibu dan keluarga suami, bagi anak, dan bagi Anda sendiri. Lebih dulu tahapannya adalah mengingatkan suami, tentang batas-batas pergaulan yang disyariatkan antar dua orang yang non-muhrim.

Allah swt mengingatkan tentang bujuk halus syaithan sehingga seseorang terjebak pada cinta yang rendah, dalam salah firman-Nya yang kurang lebih artinya sebagai berikut:

”.. dan syetan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidakmendapat petunjuk..” (QS An-Naml:24). Naudzubillahi min dzalik.

Termasuk kewajiban antar muslim adalah menolong dia dalam keadaan dzalim maupun didzalimi. Saat ini suami tidak dalam keadaan didzalimi, tetapi dalam keadaan dzalim, maka cara menolongnya adalah agar terjauhkan dari ma’shiyat/ kedzaliman tersebut. Insya Allah Anda akan memperoleh pahala da’wah karena mengingatkan anak Adam dari jurang kehancuran. Dan salah satu cara berdakwah adalah harus dengan bil hikmah wal mau’idhatil hasanah, dengan cara hikmah dan pengajaran yang baik. Semoga Allah swt semakin mencintai Ibu dengan memberi jalan keluar terbaik dalam masalah ini. Amin.

Wallahu a’lam bissshawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ibu Urba

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Merawat Nenek atau Orang Tua Kandung

Jumat, 08/02/2008 08:25

Menjadi Suami yang Baik

Selasa, 05/02/2008 16:20

Suami Seorang Pelaut

Jumat, 01/02/2008 05:19

Haruskah Saya Cerai?

Rabu, 30/01/2008 05:52

Keputusasaan

Senin, 28/01/2008 05:20

Tolonglah Aku Gay

Selasa, 22/01/2008 05:53

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending