Senin, 10 Jumadil Awwal 1444 H / 5 Desember 2022

Sikap terhadap Pengasuh Anak

Bu Anita, menurut ibu bagaimana sikap kita terhadap pengasuh anak yang baik? Apakah kita harus melarang dia untuk mencium anak kita dan sebagainya? Terima kasih atas jawabannya

Assalamualaikum wr. wb.
Pembantu rumah tangga atau pengasuh anak adalah mitra kerja kita dalam rumah tangga. Pada merekalah kita mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah dan urusan mengasuh anak pada saat kita memiliki kegiatan di luar rumah. Tanpa mereka tentu kita akan sangat kerepotan dan tidak mungkin dapat dengan tenang dan leluasa bekerja diluar rumah, Ibaratnya mereka adalah ‘tangan kanan kita’ dalam urusan rumah tangga.

Pada sekelompok orang tertentu umumnya memang diangap sebagai profesi yang rendah, tentu hal ini tidak dapat dibenarkan lantaran kontribusinya yang tidak kecil dalam kelancaran urusan rumah tangga majikannya. Dengan demikian sebaiknya menyikapi keberadaan mereka tentulah sebaiknya dilakukan dengan cara kekeluargaan. Dengan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga kita maka memperlakukan mereka dengan baik dan tidak membeda-bedakannya.

Membatasi diri dengan mereka, saya rasa selama hal tersebut hanyalah persoalan etika tentu dapat dibenarkan dan dipahami. Misalnya tidak boleh sembarangan masuk kamar majikan atau bersikap sopan dan hormat pada majikan. Namun bila harus memisahkan makannya, duduk harus di bawah sampai tidak boleh mencium anak, saya rasa agak berlebihan ya bu, namun pada kultur tententu memang hal tersebut termasuk etika pembantu terhadap majikan.

Jam kerja mereka juga tentunya perlu diperhatikan lho bu, bukankah mereka juga manusia yang perlu waktu istirahat ketika lelah dan memiliki terkadang memiliki rasa enggan. Kuncinya yaitu mempelakukan mereka secara manusiawi dengan pendekatan kekeluargaan, dengan demikian sang pembantu tidak merasa kecil hati karena dibedakan. Karena mereka berasal dari kalangan ekonomi lemah biasanya pendidikan mereka juga tergolong rendah, karenanya tugas kita sebagai majikan untuk mendidik mereka agar lebih cakap dan pintar bekeja di samping juga mengajari mereka cara beretika.

Bagaimanapun perlu diingat bu, pembantu dan majikan sesungguhnya terangkum dalam konteks saling membutuhkan. Majikan membutuhkan bantuan untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga sedangkan pembantu membutuhkan pemasukan financial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karenanya dengan membangun hubungan kemitraan yang baik maka akan saling memberi manfaat antara pembantu rumah tangga dan ibu sebagai majikan.
Walahualam bishawab Wasalamualaikum wr. wb.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Allah Cemburu Jika Hamba-Nya Begini

Jumat, 04/09/2020 12:15

Kemana Aku Jual Rolex Ini ?

Minggu, 10/02/2013 10:06

Kristen dan Sejarah Lama (1)

Rabu, 25/12/2013 10:19

Siapa Mohamed ElBaradei?

Rabu, 09/02/2011 21:43

Rematik ( Asto positif )

Rabu, 25/03/2009 11:15

Syukuri Apa Yang Ada

Selasa, 24/11/2009 13:52

Baca Juga

Kelainan Sikap Pada Anak

Kamis, 23/08/2007 13:00

Ragu Menikah Karena Beban Hutang

Rabu, 22/08/2007 08:38

Bermasalah dengan Kakak Ipar

Selasa, 21/08/2007 08:36

Suami Sering Sakit

Senin, 20/08/2007 08:06

Mendidik Anak yang Gampang Frustasi

Sabtu, 18/08/2007 05:30

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending