Kamis, 2 Rabiul Awwal 1444 H / 29 September 2022

Tolonglah Aku Gay

Namaku Angga aku terlahir dari keluarga yang cukup….umurku 25 aku niat ingin NIKAH sudah lama tapi aku TAKUT tak mampu memuaskan ISTRIKU krn aku SAKIT (suka sama sejenis) aku sangat menderita dengan penyakitku ini, ,, aku ingin sekali sembuh aku mohon tolong aku..bagaimana caranya…

(Pertanyaan yang mirip disampaikan dari seorang Adik yang semoga masih diberi kesabaran dan kekuatan hingga saat ini;yang bersangkutan mengaku menjadi gay karena awalnya dipakaikan baju wanita oleh sang Ayah, pernah kepergok teman sehingga diejek banci; kebetulanjuga semua saudara-saudaranya adalah wanita; yang bersangkutan menjadi pria yang pemalu; pernah dikecewakan wanita dan sekarang berhubungan sesama jenis. Terbersit keinginan untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri).

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Adik-adikku yang dirahmati Allah swt.

Marilah kita lihat dunia dari sisi positif.
Bukankah betapa indahnya dunia ini karena ada beraneka warna yang bisa kita lihat, ada merah, kuning, biru….dan sebagainya. Meskipun kita tidak bisa menyukai semuanya, bahkan membenci salah satu warna, tetapi aneka warna menjadikan dunia ini ”penuh tantangan dan perlombaan”. Maksud Ibu, jalan hidup ini memang tidak satu warna, tidak selalu mulus, bahkan mustahil selalu mulus karena ini menentang sunnatullah. Beraneka manusia, semua dihadapkan pada masalah, ada yang bermasalah dengan dirinya sendiri dan ada yang bermasalah kaitan dengan pihak lain, dan sebagainya. Nah…kalau semua menyelesaikannya dengan bunuh diri, habislah umat manusia di dunia ini kan?!

Memang benar bahwa manusia diciptakan atas laki-laki dan perempuan. Penyimpangan memang sering terjadi, ada yang bersifat fisiologis karena pembentukan yang tidak sempurna, atau ada kelainan hormon ketika dalam kandungan sehingga memunculkan salah satunya organ kelamin yang tidak normal, misalnya pada kelainan yang disebut pseudohermaphrodite. Anda tidak menyebutkan bahwa kelainan yang Anda alami bersifat fisik, jadi Anda normal secara fisik sebagai laki-laki. Kalau demikian kelainan Anda adalah secara psikologis, salah satunya karena kesalahan proses learning (belajar) dalam proses pertumbuhan, misalnya pola asuh ataupun imitasi (peniruan) yang salah. Secara agama ini kita pahami sebagai proses yang kemudian mendapat tunggangan syaithan untuk memanfaatkan kesempatan. Dan ini adalah salah bentuk ujian dari-Nya. Ujian bahkan dapat menjadi sarana penghapus dosa, dengan syarat Anda mampu melakukan strategi koping/ penyelesaian masalah secara tepat.

Rasulullah SAW bersabda:
” Tidak ada yang menimpa seorang muslim dari kepenatan, sakit yang berkesinambungan, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai duri yang ia tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah hapus dosa-dosanya” (HR Bukhari).

Tidakkah Anda yakin dengan hadits di atas? Kalau Anda diejek sebagai (ma’af) banci, tidak seharusnya kita melakukan pemutarbalikan dengan menjadi benar-benar banci. Laki-laki yang pemalu, feminin, gampang menangis, bukan berarti dia wanita. Setiap orang mempunyai kadar hormon maskulin dan feminin yang menjadikannya berpotensi mempunyai kedua sifat tersebut. Hanya kadar dalam diri setiap orang berbeda-beda. Jadikan kecenderungan sifat Anda ini sebagai sebuah tantangan bagi Anda untuk menjadi laki-laki dengan keunikannya sendiri. Setiap orang punya keunikannya sendiri. Bahkan sahabat Utsman bin ’Affan ra adalah seorang yang sangat pemalu. Sifat-sifat feminin tak seharusnya sebagai legitimasi untuk berubah kepribadiannya menjadi jenis lain.

Pola asuh yang Anda alami dari Ayah, saudara-saudara adalah masa lalu. Saya yakin tidak ada kesengajaan Ayah memberi baju wanita sebagai suatu rencana untuk mengubah kepribadian Anda; demikian juga saudara-saudara perempuan Anda. Ini sebagai pengalaman hidup seseorang yang harus disikapi secara tepat.

Sekarang buka lagi lembaran baru hidup Anda, jadilah pribadi baru, laki-laki yang punya masa depan. Gagal bercinta itu wajar, masih banyak gadis-gadis shalihah di dunia ini, bukan? Jauhi lingkungan yang buruk, karena iman seseorang sangat bergantung dengan siapa dia berteman. Awalnya sulit, itu wajar karena syaithan akan menggoda Anak Adam yang akan kembali pada jalan yang benar.

Tantangan Anda sekarang adalah: Berani katakan TIDAK untuk perilaku dan nilai-nilai yang tidak diridlai-Nya. Tentu kemudian diikuti dengan perilaku yang diridlai-Nya. Jadikan beratnya mempraktekkan ini sebagai sebagai sebuah ujian, yang akan menghapus dosa-dosa masa lalu sehingga Anda akan datang pada Allah dengan keadaan bersih. Kematian dengan bunuh diri, adalah penyelesaian masalah yang akan menimbulkan masalah baru; inilah yang sesungguhnya Anda harus atasi. Jalan pintas ini hanya akan menghilangkan sakit sementara untuk berhadapan dengan sakit yang lebih besar. Naudzubillahi mindzalik.

Kesembuhan Anda salah satunya ditentukan oleh kemauan Anda, tentu biidznillah/ dengan izin Allah. Bertaubatlah semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang membuka pintu hidayah dan kemudahan untuk kehidupan Anda di masa yang akan datang. Sekali lagi jangan malah menjauhi wanita, cobalah yakinkan bahwa Anda akan mampu mencintai wanita. Jadikan berkeluarga secara normal sebagai ibadah dan terapi yang akan memperbaiki kepribadian Anda. Lebih dari itu, semoga pintu surga akan terbuka lebar sebagai rumah abadi nanti di akherat. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ibu Urba

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Takut Suami Selingkuh

Senin, 21/01/2008 01:06

Anak Hyper Aktif

Kamis, 17/01/2008 02:39

Bapak yang Tidak Bertanggungjawab

Senin, 14/01/2008 03:47

Ibu Tidak Merestui

Rabu, 09/01/2008 05:19

Takut Kematian

Rabu, 02/01/2008 19:02

Konsultasi Keluarga Lainnya

Trending