Rabu, 5 Zulhijjah 1443 H / 6 Juli 2022

Menyusun Anggaran Keluarga Bulanan

Assalamu’alaikum Ibu Sri,

Saya seorang ibu rumah tangga dan mempunyai 4 orang anak. Saya tidak bekerja dan fokus mengurus rumah tangga saja. Penghasilan suami saya Rp 2.000.000/bulan. Dengan penghasilan sebesar itu saya selalu merasakan tidak cukup. Apalagi harga sembako makin mahal akhir-akhir ini. Bagaimana cara menyusun anggaran belanja dengan penghasilan sebesar itu Bu, apakah menurut Ibu penghasilan suami saya kurang ? Kemudian apa yang harus saya lakukan untuk mencari penghasilan tambahan?

Terima kasih Bu Sri, atas jawabannya.

Wassalam

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Halo Ibu Aisyah, apa kabar? Senang sekali dapat pertanyaan dari Anda.

Sebagai ibu rumah tangga memang tidak mudah apalagi ditengah kenaikan harga-harga yang makin menggila saat ini . Sementara gaji tidak mengalami kenaikan, bagaimana perusahaan mau menaikan gaji kalau biaya produksi juga membengkak karena harga bahan baku juga naik. Kita mesti bersabar ya Bu sambil terus mengupayakan solusinya.

Saya tidak bisa menentukan apakah penghasilan suami Anda itu cukup atau tidak bagi keluarga. Untuk menghitung penghasilan cukup atau tidak tentunya perlu memperhitungkan standar biaya hidup di daerah tempat tinggal ibu. Disamping itu nilai kecukupan itu relatif Bu, yang penghasilan Rp 2 juta menganggap yang penghasilan Rp 5 juta besar, tetapi ketika ditanya pada yang penghasilan Rp 5 juta dia menganggap penghasilannya masih kurang karena temannya ada yang berpenghasilan Rp 10 juta. Langkah awal dalam merencanakan keuangan adalah merasa cukup dan mengalokasikan penghasilan agar mampu memenuhi kebutuhan hidup. Barulah berpikir untuk mencari penghasilan tambahan.

Nah, agar dapat mengalokasikan penghasilan yang kita terima tentunya diperlukan anggaran. Baik penghasilan besar atau kecil tetap perlu anggaran bulanan. Memiliki anggaran artinya kita memiliki kendali dalam melakukan pengeluaran keluarga. Sebetulnya apa saja sih fungsi anggaran? Anggaran dapat memberi banyak manfaat antara lain sebagai pedoman pembelanjaan keluarga. Dengan mematuhi anggaran yang dibuat sendiri kita tetap bisa berbelanja tanpa mengalami defisit. Dengan anggaran juga kita bisa memilah mana pengeluaran yang wajib atau tidak. Satu hal yang penting lagi dari menyusun anggaran adalah bisa membedakan kebutuhan dan keinginan.

Bagaimana menyusun anggaran? Tentunya disesuaikan dengan penghasilan yang diterima, bila penghasilan mingguan maka menyusun anggaran secara mingguan. Demikian juga bila penghasilan yang diterima bulanan, menyusun anggaran dilakukan di awal bulan. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah memasukkan pos-pos yang dilakukan rutin perbulan seperti :

  1. Pos pemasukan rutin seperti gaji, komisi, dan sebagainya
  2. Pos pengeluaran rutin bulanan sesuai dengan prioritas berikut :
    1. Zakat, besarnya 2,5 % dari penghasilan
    2. Cicilan hutang seperti cicilan rumah, kartu kredit, kendaraan, dll
    3. Tabungan rutin atau setoran premi asuransi minimal 10 % penghasilan
    4. Pos pengeluaran rutin bulanan /komponen biaya hidup seperti biaya makan sehari- hari, transportasi, listrik, biaya pendidikan, dll.

    Kenapa biaya hidup diletakkan pada prioritas paling akhir? Tentunya kita menempatkan prioritas kewajiban kepada Allah SWT dahulu, kewajiban kepada pihak ketiga yaitu bayar cicilan hutang, kewajiban diri sendiri untuk masa depan yaitu menabung, barulah biaya hidup. Biaya hidup ditaruh bagian belakang karena ini yang paling fleksibel dan besarnya bisa kita siasati tergantung sisa penghasilan yang ada.

    Dalam menyusun anggaran ada beberapa tips yang perlu diperhatikan antara lain :

    1. Catatlah dengan detil komponen pemasukan yang didapatkan, maupun pengeluaran yang rutin maupun tidak rutin setiap bulan.
    2. Susun prioritas pengeluaran dengan bijak. Agar jika terjadi defisit, bisa langsung dengan mudah mengurangi pos yang kurang penting.
    3. Bila anggaran keuangan keluarga terpaksa harus berubah karena faktor yang tidak terduga sehingga mengalami lonjakan tajam, usahakan mencari penghasilan tambahan juga untuk menutupi kekurangan.
    4. Penyusunan anggaran harus realistis dan sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.

Nah, bila Anda sudah mengalokasikan sesuai paparan diatas dan sudah melakukan penghematan sedemikian rupa tetapi ternyata anggaran yang disusun tetap tidak mencukupi, permasalahannya bukan Anda salah dalam mengelola pengeluaran tetapi memang penghasilan yang didapat terlalu kecil. Maka upaya yang harus Anda lakukan adalah cobalah untuk mendapatkan penghasilan tambahan

Mencari penghasilan tambahan bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan waktu luang yang ada di sela-sela pekerjaan rutin mengurus keluarga. Bisa dilakukan dengan menjual produk tertentu yang dibutuhkan, menjual jasa, atau menjual keahlian. Anda bisa membuka warung atau menerima pesanan makanan di rumah, agen atau distributor produk, agen asuransi atau MLM. Cobalah gali potensi Anda mana yang bisa dioptimalkan untuk mencari uang. Tidak semuanya membutuhkan modal besar karena saat ini banyak produsen yang menawarkan keagenan dengan sistem konsinyasi atau titip jual. Tugas Anda hanyalah menjaga kepercayaan pemilik barang dan berusaha untuk mencapai penjualan terbaik. Kemudian bila Anda atau anggota keluarga mempunyai keahlian seperti menjahit, memasak atau mengajar juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana mendapatkan tambahan penghasilan karena bisa menghasilkan karya yang bisa dijual atau mendapatkan honor dari pekerjaannya.

Demikian Bu Aisyah, semoga bisa membantu dan tetap semangat berikhtiar untuk peningkatan ekonomi keluarga Anda.

Wassalam

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Gaji Besar atau Jilbab?

Rabu, 05/11/2008 10:45

Orang Miskin Yang Dermawan

Rabu, 21/08/2019 12:30

Usaha Jual Beli Mobil

Selasa, 09/03/2010 11:26

Suami Sembunyikan Status Pernikahan

Rabu, 09/07/2008 15:17

Membaca Qur'an Via Handphone

Senin, 21/03/2011 15:45

Baca Juga

Keuangan Lainnya

Trending