Jum'at, 14 Jumadil Awwal 1444 H / 9 Desember 2022

Saya Merasa Tidak Dihargai

Assalamualaikum

Bang Hadi yang dirahmati Alloh

Saya punya kebiasaan bosan pada suatu pekerjaan. Saat ini pun saya mulai jenuh. Padahal saya sudah berazam tidak ingin lagi pindah-pindah kerja namun sesuatu yang menurut saya tidak mengenakkan sdang saya rasakan.

Bermula ketika dipercayanya saya memegang jabatan asisten Manajer Keuangan. Seperti sudah menjadi kebiasaan saya selalu tidak nyaman dengan sistem yang sudah berjalan, maka dengan ilmu yang saya miliki satu persatu aturan saya benahi, namun ada yang merasa tersaingi yaitu atasan saya. Beberapa ketidakbaikan saya temui dan saya rubah. Sehingga saya mendapat penghargaan dari prusahaan. Di sisi lain ternyata saya membuka gap antara saya dan atasan. Klimaknya pada pembuatan SPT tahunan Januari lalu saya merasa dipojokkan sehingga saya merasa dipermalukan oleh atasan saya.

Pertanyaan saya adalah bagaimana sikap saya seharusnya meghadapi persaingan antara saya dan atasan, karena berita ke direksi saya adalah pemicu ketidakharmonisan tim.

Saudara Sugiarjo yang saya hormati, adalah hal yang sangat baik ketika kita mempunyai rasa memiliki yang tinggi (sense of belonging) terhadap perusahaan dengan membenahi segala sesuatu yang dirasa tidak baik bagi perusahaan. Tentunya dengan harapan agar perusahaan dapat menjadi optimal dalam produktivitasnya.

Kitapun harus menyadari pula bahwa tidak hanya kita yang menginginkan kemajuan perusahaan tersebur. Semua karyawan dan pimpinan pastilah menginginkan hal tersebut. Dan semuanya pastilah berbuat dengan pandangan mereka masing-masing yang menurutnya adalah yang terbaik,

Setiap orang terkadang mempunyai pandangan dan cara berpikir yang tidak sama dalam melihat sesuatu walaupun dalam tujuan yang sama. Faktor kedudukan, pendidikan dan pengalaman menjadi unsur bagi seseorang untuk melakukan penilaian terhadap sesuatu.

Kita tidak dapat mengabaikan realita bahwa ada orang lain selain kita di perusahaan ini yang menginginkan seperti kita yakni atasan dan bawahan kita. Mereka mempunyai hak dan kedudukan yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk menjalakan tugas dan kewajiban yang diembannya. Mereka juga mempunyai potensi dan karakter yang berbeda dan dapat dipadukan satu sama lainnya.

Oleh karenanya kita pun tidak dapat sendirian untuk melakukan pembenahan dan perubahan dalam perusahaan, karena dibatasi oleh tugas, wewenang, struktur serta jabatan. Terlebih lagi bila kita termasuk orang baru dalam lingkungan perusahaan tersebut.

Sebagai bawahan tentunya kita tidak bisa melangkahi apa yang telah menjadi tugas dan wewenang atasan. Karena di samping bukan bagian dari tugasnya, Atasan kitapun akan tersinggung bila tugas dan wewenangnya diambil alih karena dirasanya ia tidak mampu melaksanakan tugasnya serta bisa jadi merasa dilecehkan. Bila hal ini terjadi tentulah akan ada reaksi dari atasan untuk melakukan ”perlawanan” terhadap apa yang kita lakukan

Sinergi merupakan jalan yang terbaik. Di mana kita dapat mengambil dan memanfaatkan segenap potensi yang dimiliki oleh orang lain untuk dipadukan demi kemajuan bersama.dan hasil yang dapat dirasakan bersama pula. Ajak semua elemen perusahaan yang terkait dengan perubahan yang Anda inginkan untuk bersama-sama melakukan perbaikan dengan menghormati, menghargai dan menyesuaikan jabatannya.

Jangan pernah menjadikan rekan kerja kita menjadi pesaing untuk menjadikan kualitas kita meningkat. Sebab menjadikan orang lain sebagai pesaing sangat potensial menumbuhkan kedengkian dan keegoisan. Ketika kita kalah bersaing dengan orang lain muncullah dengki dengan kemenangan orang lain. Ketika kita menang bersaing dengan orang lain muncullah sifat egois dan sombong.

Bersaing dengan orang lain hanya boleh dilakukan dalam konteks menjadikan orang lain sebagai “sparing partner”, bukan lawan sesungguhnya. Dalam olahraga, sparing partner adalah orang yang membantu kita untuk meningkatkan prestasi dengan cara berpura-pura menjadi lawan kita. Ia tidak kita perlakukan sebagai lawan sesungguhnya. Bahkan sparing partner biasanya adalah teman dekat dari olahragawan bersangkutan. Begitu pula dalam hidup, menjadikan orang lain sebagai sparing partner dalam bersaing berarti menjadikan orang lain sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas kita. Artinya, ketika kita menang melawan sparing partner, maka kita akan membantunya untuk meningkatkan kualitas dirinya agar sama dengan kita. Sebaliknya ketika kita kalah, maka tak perlu dengki dan kecewa, karena ia hanyalah sparing partner bukan lawan sesungguhnya dalam bersaing.

Kesimpulannya adalah yang terpenting bagi kita adalah bukanlah apa yang dikatakan orang tentang kita. Tetapi yag lebih penting lagi adalah bekerja dan terus bekerja dengan sebaik-baiknya dan berkualitas optimal sesuai dengan tugas dan wewenang yang diberikan serta dalam bingkai prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Insya Allah hasilnya pastilah diketahui dan dirasakan oleh semua pihak.

Semoga bermanfaat.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Saya Harus di Rumah atau Kerja

Senin, 30/06/2008 02:59

Bingung Jika Jodoh Lewat Internet

Sabtu, 21/06/2008 07:52

Harus Kah Dinikahkan?

Selasa, 17/06/2008 18:24

Kurang Percaya Diri

Senin, 16/06/2008 05:37

Antara Sekolah dan Belajar Agama

Jumat, 13/06/2008 05:33

Bingung dengan Sikap Orang Tua

Kamis, 12/06/2008 06:05

Mengajak Warga Sholat Berjamaah

Rabu, 11/06/2008 10:32

Konsultasi Motivasi Lainnya

Trending