Senin, 3 Zulhijjah 1443 H / 4 Juli 2022

Sedih dengan Saudara yang Belum Mau Sholat

Assalamu’allaikum wr. wr.

Ust, saya mempunyai dua saudara laki-laki. Keduanya belum melaksanakan sholat padahal sudah dikenai wajib sholat. Saya memang pernah menasehati mereka berdua. Namun adik saya mengatakan bahwa dia sedang mencari jalan itu, sedangkan kakak saya sempat terjerumus dalam lingkungan yang tidak baik. Apa yang harus saya lakukan ust? Saya berusaha untuk mengajak mereka melalui teladan (karena saya bukan tipe orang yang bisa menasehati). Saya lebih suka mengajak lewat perbuatan baik. Terkadang saya malu dengan simbol aktivis tapi kok belum bisa membawa sibghoh yang baik di keluarga saya.

Mohon penjelasannya ust. Jazakumulloh khoir.

Ass. wr wb.

Ananda Arie yang saya hormati, Alhamdulillah Anda masih diberikan taufik dan hidyahNya sehingga masih konsisten dalam memberikan nasehat kepada saudara-saudara Anda yang belum melaksanakan perintah Allah SWT.

Adapun yang Anda lakukan untuk menasehati saudara-saudara Anda adalah sangat tepat sekali dan adalah hal yang lumrah bilamana dalam pemberian nasehat ada penolakan-penolakan dan ketidaksetujuan dari yang bersangkutan. Hal ini bisa jadi karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan, rasa sombong terhadap dirinya, atau karena mempunyai cara pandang yang berbeda.

Sepertinya antara Adik dan kakak Anda mempunyai titik tolak yang berbeda dalam menyikapi nasehat yang Anda berikan. Adik Anda mempunyai pemahaman tersendiri (yang keliru) dalam memaknai arti shalat. Sementara kakak Anda dikarenakan pergaulan yang kurang baik sehingga tidak mengutamakan shalat dalam kehidupannya.

Cobalah Anda gali maksud dan pengertian shalat yang dimaksudkan oleh adik Anda. Bisa jadi hal itu dikarenakan adik Anda mempunyai literatur dan informasi yang salah dan berbeda dengan Anda dalam memaknai arti shalat. Anda dapat memberinya buku-buku atau artikel yang bisa memberikan pemahaman yang sebenarnya tentang arti shalat ataupun bisa dengan hujjah atau dalil-dalil yang sifatnya kekinian atau sesuai logika.

Adapun menasehati kepada orang yang lebih tua biasanya berbeda dengan bila kita menasehati kepada yang lebih muda karena di samping ada rasa gengsi juga merasa lebih berpengalaman dibandingkan dengan yang lebih muda.

Cobalah Anda meminta bantuan kepada pihak ketiga atau orang lain yang bisa membantu Anda untuk menasehati saudara-saudara Anda, baik kerabat terdekat ataupun teman-temannya yang disegani. Hal ini bisa membantu akan kesalahan dan kekeliruan yang selama ini dilakukan oleh saudara-saudara Anda.

Jangan lupa hati manusia adalah milik Allah. Dialah yang Maha membolak-balikkan hati hambaNya. Oleh karenanya mintalah padaNya untuk membuka hati dan pikiran saudara Anda agar terbukakepada kebenaran.

Jangan malu dan sungkan walalupun aktivis tapi saudara Anda belum tersentuh keimanan. Yang terpenting adalah kita tidak mudah menyerah dan terus berusaha dan berusaha menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Sebagaimana Rasulullah saw tidak lelah untuk meminta pamannya Abi Thalib untuk memeluk Islam. Atau Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim yang terus tidak lelah menasehati bapaknya untuk kembali kepada kebenaran. Adapun hasilnya kita serahkan pada Allah SWT.

Semoga bermanfaat

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Gaji Besar atau Jilbab?

Rabu, 05/11/2008 10:45

Selalu Gagal…

Selasa, 04/11/2008 15:49

Strategi Manajemen Diri

Jumat, 31/10/2008 11:25

Manajemen Pemberontakan Positif

Jumat, 31/10/2008 11:16

Nyantri atau Nikah

Rabu, 17/09/2008 12:00

Enggan untuk Melaksanakan Puasa Sunnah

Selasa, 09/09/2008 07:35

Konsultasi Motivasi Lainnya

Trending