Selasa, 4 Jumadil Awwal 1444 H / 29 November 2022

Periksa Kesehatan Sebelum Menikah

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Untuk persiapan menikah, kita dianjurkan memeriksakan kesehatan. kesehatan secara umum sampai kesehatan reproduksi. Bisakah ke dokter umum saja? Trima kasih.

Wassalamu’alaikum.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Pemeriksaan pra nikah memang belum lazim di Indonesia. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh dokter umum, dan biasanya di dahului dengan wawancara (anamesa), kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Pemeriksaan terutama ditujukan untuk mengetahui adanya penyakit – penyakit yang dapat menular dan diturunkan pada anak serta masalah reproduksi dan juga kesehatan secara umum.

Jenis pemeriksaan kesehatan pranikah dapat disesuaikan dengan gejala tertentu yang dialami calon pengantin saat wawancara dan pemeriksaan fisik. Jika terdapat riwayat kesehatan yang kurang baik, maka dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik. Namun, jika semuanya lancar-lancar saja, maka hanya dilakukan pemeriksaan standar, yaitu cek darah dan urine. Saat ini bahkan sudah sudah terdapat paket – paket pemeriksaan pranikah di rumah sakit maupun laboratorium.

Pemriksaan laboratorium pranikah antara lain mencakup darah lengkap, urin lengkap, golongan darah dan resus, glokusa darah, HBsAg, VDRL dan TPHA dan TORCH.

Pemeriksaan golongan darah dan resus sangat penting jika calon pengantin berasal dari lintas benua. Seperti kita ketahui, bangsa Asia memiliki resus darah positif. Sedangkan bangsa Eropa dan Kaukasia biasanya memiliki resus negatif. Hal itu karena perbedaan resus pada pasangan bisa berdampak fatal saat kehamilan.

Jika ibu memiliki resus positif dan janin menunjukkan resus negatif, maka biasanya disarankan para ahli medis untuk melakukan pengguguran sejak dini karena tidak mungkin janin akan bertahan hidup secara normal di dalam rahim ibu. Meskipun pasangan ingin tetap mempertahankan janin, nantinya akan gugur juga. Pengalaman ini biasanya di kalangan medis disebut sebagai kasus incompabilitas resus.

Penyakit lainnya yang perlu diketahui adalah diabetes militus, hepatitis B, gonorhoe, clamidia, toxoplasma, cytomegalo virus dan lain-lain, yang dimungkinkan dapat menular ke pasangan maupun janin serta menghambat kehamilan.

Jika dari hasil pemeriksaan terdapat penyakit, maka dapat diobati secara lebih dini dan dapat dilakukan pencegahan yang lebih optimal.

Wassalam.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Cermin

Senin, 13/10/2008 11:51

5 Peristiwa Penting di Bulan Rajab

Rabu, 26/02/2020 08:32

Isteri Suka Marah-Marah

Kamis, 13/07/2006 11:40

Ramadhan dan Negeri Akhirat

Jumat, 11/09/2009 00:24

TERAPI PENYAKIT MAAG

Selasa, 29/11/2016 09:49

Syukur, Kunci Hidup Bahagia

Minggu, 16/09/2007 18:26

Antara Penting Dan Genting

Jumat, 10/12/2010 13:58

Baca Juga

Alergi Pada Batita

Jumat, 16/10/2009 16:09

Kotoran di dalam telinga Bayi

Kamis, 15/10/2009 09:37

Suami Minum ASI

Rabu, 14/10/2009 11:10

Gigi Susu

Senin, 12/10/2009 15:36

Bayi Susah Makan

Kamis, 01/10/2009 10:51

Benjolan Dan Mati Rasa Pd Kaki

Rabu, 30/09/2009 16:20

Anak Gemuk

Selasa, 15/09/2009 16:12

Klinik Sehat Lainnya

Trending