Sabtu, 5 Rajab 1444 H / 28 Januari 2023

Ada yang Wafat, Ini Adab Bertakziyah Dalam Islam

Eramuslim – Takziyah atau melawat adalah kewajiban sesama Muslim untuk menghormati yang sudah wafat. Hal ini dilakukan dengan cara berkunjung ke kediaman keluarga yang telah ditinggalkan.

Maka sudah sewajarnya sanak dan kerabat Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen hadir ke rumahnya untuk mendoakan dan memberikan ucapan bela sungkawa. Sungguh orang yang pergi takziah itu akan mendapatkan pahala yang luar biasa. Menghibur keluarga yang ditinggalkan!

Siapa yang melakukan takziyah kepada orang yang ditimpa musibah, maka dia akan menerima pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut (orang yang ditimpa musibah)” (HR: Ibnu Majah)”

Disebutkan juga dalam hadist riwayat Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari Amr bin Hazm, dari Nabi SAW bersabda;

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلاَّ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ حُلَل الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tidaklah seorang Mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemulian kepadanya di hari kiamat.

“Secara subtantif takziyah upaya menghibur saudara kita yang sedang berkabung, atau berduka. Dan menyenangkan orang lain itu sangat universal,” ujar Ustadz Azhari Nasution saat dihubungi Okezone, Selasa (6/8/19).

Ustadz Azhari juga menambahkan, ada hadist yang mengatakan tentang orang yang sedang tertimpa musibah. Yaitu:

Siapa yang bertazkiyah kepada orang yang ditimpa musibah, maka dia akan menerima pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut (orang yang ditimpa musibah)” (HR: Ibnu Majah).”

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Keringat Berlebih

Jumat, 19/12/2008 16:34

Mereka Siap Memangsa Ramadhan Kita

Kamis, 21/07/2011 12:44

Perintah Cerai oleh Dua Nabi

Senin, 15/03/2010 10:11

Lebaran

Jumat, 26/09/2008 09:17

Baca Juga

Bagaimana Hukum Takbiran

Selasa, 04/06/2019 17:30

Hukum Memajang Foto di Dinding

Selasa, 29/08/2017 08:00

Fiqh Kontemporer Lainnya

Trending