Ahad, 25 Zulqa'dah 1443 H / 26 Juni 2022

Hukum Zakat dari Harta Haram

Eramuslim – Umat Islam diwajibkan membayar zakat untuk harta yang dimiliki, apabila sudah memenuhi nishab atau ukuran tertentu.

Zakat selain bermakna tumbuh dan berkembang secara bahasa, juga bisa bermakna menyucikan. Hal ini terlihat dari surah ash-Syams ayat 9, Qad aflaha man zakkaha, (beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa).

Lalu bagaimana hukum zakat dari harta yang haram? Ustadz Fauzi Ahmad Qosim dari Dompet Dhuafa menyebutkan, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwa No 13 Tahun 2011 juga menegaskan bahwa harta haram tidak menjadi objek wajib zakat. Ketentuan Hukum dalam fatwa tersebut menyebutkan:

1. Zakat wajib ditunaikan dari harta yang halal, baik hartanya maupun cara perolehannya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Cahaya Allah tak Pernah Padam

Senin, 17/11/2008 12:50

Ayah, Ibu, Jangan Murtadkan Anakmu!

Minggu, 09/02/2014 19:24

Pengakuan Dusta

Rabu, 10/06/2009 14:09

Perbaiki Diri, Ajak Orang Lain (2)

Rabu, 05/08/2009 17:12

Potret Keluarga Bersahaja

Selasa, 29/05/2007 08:45

Baca Juga

Kena PHK, Apa Tetap Wajib Bayar Zakat?

Selasa, 19/05/2020 11:15

Hukum Membayar Zakat Secara Online

Senin, 18/05/2020 11:15

Fiqh Kontemporer Lainnya

Trending