Rabu, 12 Jumadil Awwal 1444 H / 7 Desember 2022

Ini Cara Membayar Utang Puasa Orangtua yang Wafat

Eramuslim – ULAMA berbeda pendapat, apakah kewajiban mengqadha utang puasa mayit, berlaku untuk semua puasa wajib ataukah hanya puasa nadzar saja.

Pendapat pertama menyatakan bahwa kewajiban mengqadha utang puasa mayit berlaku untuk semua puasa wajib. Baik puasa ramadhan, puasa nadzar, maupun puasa kaffarah. Ini adalah pendapat syafiiyah dan pendapat yang dipilih Ibnu Hazm. Dalil pendapat ini adalah hadis Aisyah di atas, yang maknanya umum untuk semua utang puasa.

Pendapat kedua, bahwa kewajiban mengqadha utang puasa mayit, hanya berlaku untuk puasa nadzar, sedangkan utang puasa ramadhan ditutupi dengan bentuk membayar fidyah. Ini adalah pendapat madzhab hambali, sebagaimana keterangan Imam Ahmad yang diriwayatkan Abu Daud dalam Masailnya. Abu Daud mengatakan,

Saya mendengar Ahmad bin Hambal mengatakan: Tidak diqadha utang puasa mayit, kecuali puasa nadzar. (Ahkam Al-Janaiz, hlm. 170).

Diantara dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadis dari ummul mukminin, Aisyah radhiyallahu anha. Dari Amrah murid Aisyah beliau bertanya kepada gurunya Aisyah, bahwa ibunya meninggal dan dia masih punya utang puasa ramadhan. Apakah aku harus mengqadhanya? Aisyah menjawab,

Tidak perlu qadha, namun bayarlah fidyah dengan bersedekah atas nama ibumu dalam bentuk setengah sha makanan, diberikan kepada orang miskin. (HR. At-Thahawi dalam Musykil Al-Atsar 1989, dan dishahihkan Al-Albani)

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Faedah Puasa Daud

Selasa, 10/03/2015 09:23

Pentingnya Meja Makan

Senin, 21/06/2010 07:07

Menikahi Gadis yang Telah Diperkosa

Selasa, 23/12/2014 10:10

5 Faktor Penghapus Pahala Ibadah

Senin, 12/10/2020 14:30

Anak Sulungku

Kamis, 13/01/2011 07:07

Maafkan Aku Isteriku…

Jumat, 17/10/2008 12:39

Baca Juga

Fiqh Kontemporer Lainnya

Trending