Rabu, 8 Rabiul Awwal 1444 H / 5 Oktober 2022

Kiblat Shalat Meleset Sedikit, Bagaimana Hukumnya

Eramuslim – Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah shalat. Ketentuan tersebut ditegaskan dalam sejumlah dalil baik Alquran maupun hadis Rasulullah SAW.

Dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 144, Allah SWT berfirman, ”Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”

Perintah Sang Khalik itu diperkuat dengan hadis. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bila kamu hendak mengerjakan shalat, hendaklah menyempurnakan wudlu kemudian menghadap kiblat lalu takbir ” (HR Bukhari dan Muslim).

Atas dasar ayat Alquran dan hadis itulah para ulama, menurut asy-Syaukani, bersepakat bahwa menghadap ke Baitullah hukumnya wajib bagi orang yang melakukan shalat.

Lalu timbul persoalan, apakah harus persis ke Baitullah atau boleh hanya ke perkiraan arahnya saja? Dalam konteks ini perlu dipahami bahwa agama Islam bukanlah agama yang sulit dan memberatkan. Namun demikian, perlu berusaha memadukan antara teks dan konteks agar pemahaman tentang arah kiblat mendekati kebenaran.

Terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama ketika menentukan pusat arah yang dihadapi itu. Apakah yang dihadapi itu zat kiblat itu sendiri atau cukup dengan menghadap ke arahnya saja. Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru van Hoeve, memaparkan pendapat beberapa imam mazhab. 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Kaum yang akan Didatangkan Allah

Jumat, 16/10/2009 09:08

Metode Modern Mahdian Klem

Jumat, 21/06/2019 13:43

Musholla Itu Berada di Toilet

Sabtu, 06/10/2007 15:58

Perjalanan Tsuruga yang Menegangkan

Senin, 16/11/2009 13:58

Lambang Bintang David

Sabtu, 22/06/2013 11:17

Baca Juga

Hukum Bulu Mata Palsu Dalam Islam

Senin, 13/01/2020 13:00

Fiqh Kontemporer Lainnya

Trending