Sabtu, 21 Muharram 1444 H / 20 Agustus 2022

Ada Kaum Anshor di Hamburg

Pagi buta, waktu subuh belum lagi usai berlalu, namun satu per satu jamaah masjid al Falah di Berlin mulai berkumpul di stasiun pusat di kota Berlin, Jerman. Kami lawan udara dingin dan pekatnya hari di musim dingin ini dengan semangat bersilaturahim dan semangat memperjuangkan tegaknya rumah Allah di negara kaum kafir ini. Kami sedang bersiap berangkat ke Hamburg.

Ya, kami masyarakat muslim bangsa Indonesia di Berlin tengah berupaya merealisasikan memiliki sebuah gedung untuk kami jadikan masjid sebab selama ini kami masih harus mengontrak apartemen sebagai tempat ibadah warga muslim Indonesia di Berlin yang jumlah keseluruhannya mencapai ratusan orang. Setiap saat kami harus siap dengan kemungkinan dihentikan kontrak sewanya oleh pemiliknya.

Oleh sebab itu kami ingin bersilaturahim kepada saudara-saudari kami sesama muslim bangsa Indonesia di Hamburg, sekaligus ingin mengabarkan proyek pembelian rumah Allah kami kepada mereka dan mengetuk pintu bantuan di sana. Untuk menguatkan ’azzam di dada dan memotivasi masyarakat luas maka proyek pembelian rumah Allah masjid al Falah ini kami sebut „proyek rumah syurga“. Kami sangat berharap siapapun yang menyumbangkan hartanya, baik sedikit maupun banyak, untuk realisasi proyek pembelian masjid al Falah ini akan dibangunkan Allah sebuah istana yang nyaman dan indah di syurgaNya.

Kami memilih hari baik itu, Sabtu tanggal 2 Dzulhijjah 1430H alias tanggal 28 November 2009 untuk bersilaturahim ke Hamburg sebab di sana akan diadakan acara silaturahim keluarga muslim Indonesia seluruh Jerman yang dimotori oleh sebuah forum komunikasi pengajian antar kota Jerman dan didukung penuh perwakilan pemerintah kita di Hamburg, di mana akan ada ceramah sebagai siraman rohani dan kucuran nasehat penuh manfaat bagi kami semua, para peserta yang menghadirinya.

Jarak Berlin-Hamburg yang tidak kurang dari 250 km yang harus kami tempuh dengan perjalanan bus berkapasitas 50 penumpang tidak mengurangi semangat para jamaah masjid al Falah. Jarak yang jauh terasa telah didekatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Meskipun keberangkatan sempat tertunda kurang lebih 40 menit namun kami telah mencapai tempat tujuan pada jam yang tak jauh dari yang direncanakan semula.

Termasuk ke dalam proyek rumah syurga kami adalah kami ingin membuka toko yang tidak hanya menjual buku-buku islami dan pakaian muslim/muslimah, namun juga bahan makanan dan minuman khas Indonesia. Suatu kebutuhan yang sangat kami perlukan sebagai perantauan di negeri Eropa ini.

Oleh karenanya, memanfaatkan waktu sebelum tibanya saat menimba ilmu mendapatkan siraman rohani dalam acara silaturahim di gedung perwakilan pemerintah kita di Hamburg, kami mampir ke sebuah toko milik saudara seiman dan sebangsa di Hamburg yang menjual bahan makanan dan minuman khas Indonesia. Di sana, kamipun berkesempatan mengabarkan proyek rumah syurga masjid al Falah Berlin kepada sang pemilik toko dan menghimbau uluran tangannya.

Aku bayangkan rombongan kami bak kaum muslimin di zaman Nabi shalallaahu ’alaihi wa salam yang sedang melakukan perjalanan ke Madinah dalam rangka menyelamatkan dien Allah dan memerlukan pertolongan saudaranya sesama kaum muslimin di kota tersebut. Subhanallaah. Sang pemilik toko sangat bersifat kooperatif. Beliau memberikan potongan harga yang signifikan untuk barang-barang yang kami beli di tokonya, bersedia memasang kaleng tabungan infak untuk masjid al Falah Berlin di tokonya, dan juga berjanji akan menyebarkan himbauan infak ini kepada jaringan kaum muslimin di lingkungannya.

Acara silaturahim di perwakilan pemerintah di Hamburg yang kemudian kami hadiri juga memberikan kejutan indah bagi kami. Ternyata seusai wakil kami mengabarkan tentang proyek rumah syurga kepada para hadirin, panitia mengumumkan bahwa uang infak yang terkumpul dalam „kencrengan“ yang sudah sebelumnya diedarkan oleh panitia kepada para hadirin akan disumbangkan seluruhnya untuk pembelian masjid al Falah Berlin! Hati ini langsung bergolak terharu mendengarnya dan tanpa dapat dibendung tak terasa menitik air mataku. Subhanallaah!

Secara organisasi sepanjang pengetahuanku belum pernah masjid al Falah bersilaturahim kepada komunitas muslim Indonesia di Hamburg. Namun saudara-saudari seiman di kota itu telah menyambut kami dengan penuh kehangatan, penuh rasa persaudaraan. Dan mereka telah mengikhlaskan seluruh uang infak yang terkumpul pada hari itu untuk diberikan kepada kami, padahal menurut kebiasaan komunitas muslim Indonesia di Jerman ini uang infak yang terkumpul pada suatu acara dimaksudkan untuk menutup biaya operasional penyelenggaraan acara tersebut.

Aku jadi teringat akan kisah kaum Anshor yang rela membagi harta miliknya untuk kaum muhajirin yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah yang sangat membutuhkan dukungan dana dan sarana guna mempertahankan akidahnya dan memulai hidup barunya di negeri baru. Ternyata ada kaum Anshor di Hamburg! Kaum Anshor yang sebetulnya berasal dari beberapa kota lainnya juga seputar Hamburg yang menghadiri acara silaturahim itu dengan niat karena Allah ta ’ala dan juga seluruh panitia acara yang tergabung dalam forum komunikasi pengajian antar kota Jerman.

Subhanallaah wal hamdulillaah wa Allaahu akbar! Barangsiapa yang ingin menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolongnya. Barangsiapa ingin memakmurkan masjid Allah, maka pasti Allah akan membukakan jalan-jalanNya. Ya Allah, sesungguhnya Engkau tidak pernah menyia-nyiakan perbuatan baik; berikanlah balasan pahala yang berlipat ganda kepada saudara-saudariku ”kaum Anshor” yang telah kami temui di Hamburg, dan berikan pula kami yang di Berlin kebaikan yang banyak, kebersihan niat serta keteguhan dalam membangun rumahMu. Allaahumma aamin.

Berlin, 30.11.2009

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Kenikmatan Sesaat

Senin, 30/11/2009 13:52

Melawan Alam "Menembak" Salju

Senin, 30/11/2009 07:39

Lelaki Sejati : Talk Less Do More

Minggu, 29/11/2009 07:37

Momentum Berkurban

Jumat, 27/11/2009 08:47

Makan Malam Di Pinggir Istana

Kamis, 26/11/2009 14:38

Oase Iman Lainnya

Trending