Rabu, 8 Rabiul Awwal 1444 H / 5 Oktober 2022

Berhati-Hatilah Dalam Berteman, Nak

Obat hati ada lima perkaranya,
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya Yang kedua, sholat malam dirikanlah Yang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh……..

Terdengar lagu Tombo Ati yang dinyanyikan oleh Opick dari televisi di ruang keluarga, saat aku sedang istirahat usai makan malam bersama keluarga. Penggalan lagu di atas:” Yang ketiga, berkumpullah dengan orang saleh, ” mengingatkan aku pada nasehat dari almarhum ayah kepadaku dan saudara-saudaraku. Nasehat yang selalu disampaikan oleh beliau berulang kali. Tujuannya agar kami sebagai anak-anaknya selalu ingat, memperhatikan dan mematuhi nasehat beliau. Nasehat yang sangat penting dalam menjalani kehidupan.

” Berhati-hatilah dalam berteman, nak, ” itulah nasehat almarhum ayah yang selalu kupegang teguh hingga saat ini dan hari-hari mendatang. Nasehat yang singkat namun mempunyai makna yang sangat dalam. Nasehat yang selalu berulang kali kusampaikan juga kepada dua orang anakku.

Berteman adalah kebutuhan mutlak bagi kita yang merupakan makhluk sosial. Sebagai sarana untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Perlu disadari, lingkungan pergaulan yang heterogen sangat signifikan dalam membentuk karakter dan akhlak seseorang. Demikian pentingnya hal di atas, tercermin dalam sabda Rasulullah SAW: ” Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.”" (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Jika kita banyak bergaul dengan orang-orang yang saleh, maka dengan izin Allah SWT akhlak dan perilaku kita akan terimbas oleh kesalehan mereka. Demikian juga sebaliknya. ”Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya itu atau engkau hanya akan mencium aroma harumnya itu. Sedangkan peniup api pandai besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium darinya bau yang tidak sedap.” (HR Bukhari).

Dalam realitas sehari-hari, tak jarang kita lihat orang bisa terjerumus dan menyimpang dari jalan-Nya, karena terpengaruh oleh lingkungan pergaulan yang tidak baik. Suatu masalah yang sangat kompleks dalam kehidupan masyarakat. Berhati-hati dalam berteman adalah solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Di dalam menjalin hubungan pertemanan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, agar mendapat ridho dari Allah SWT. Pertama, saling menasehati ke arah kebaikan dan saling mengingatkan jika ada kesalahan atau kekhilafan. Kedua, tidak meremehkan atau memandang rendah pada teman. Ketiga, tidak iri atau dengki atas karunia yang diberikan kepada teman oleh Allah SWT. Keempat, tidak berprasangka buruk kepada teman. Kelima, tidak membicarakan aib teman. Keenam, menjaga rahasia yang diamanahkan oleh teman.

Pertemanan yang dijalin semata-mata untuk mendapatkan keuntungan duniawi bersifat sementara. Sekarang menjadi teman, mungkin besok atau pada kemudian hari akan menjadi lawan. Sedangkan pertemanan yang paling mulia adalah yang dijalin karena Allah SWT. Tidak ada tujuan apa pun dalam pertemanan mereka, selain untuk mendapatkan ridha-Nya.

”Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zholim menggigit kedua tangannya seraya berkata, aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya, dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS Al-Furqaan [25]: 27-29). Ayat di atas menggambarkan betapa besar penyesalan di hari akhir, karena pertemanan akrab yang telah menyesatkan dari jalan-Nya. Suatu penyesalan yang terlambat, dan merupakan resiko yang diakibatkan oleh kelalaian dalam berteman.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Kisah Sepetak Taman

Senin, 17/10/2016 06:52

Ngobrolin Suami, Yuk ?

Senin, 23/02/2009 14:44

Kalian Tidak Tahu Dosa Ayah Dahulu

Minggu, 17/02/2013 16:59

Di Manakah Ustadz Ahmad Sarwat?

Kamis, 30/10/2008 13:22

Janganlah Buat Puasamu Sia-Sia

Jumat, 20/07/2012 17:11

Apa Hanya Guru?

Minggu, 03/04/2011 13:54

Mengelola Investasi Besar

Rabu, 11/02/2009 10:29

Apa Hubungan Kristen dan Yahudi

Selasa, 22/04/2014 10:12

Baca Juga

Keutamaan Sedeqah

Selasa, 29/01/2008 05:07

Makna Pemberian

Senin, 28/01/2008 18:22

Suporter Agung

Senin, 28/01/2008 07:39

Serempak Dalam Perbedaan

Minggu, 27/01/2008 19:36

Berlomba Mendulang Pahala!

Minggu, 27/01/2008 04:26

Aisyah Adinda Kita

Sabtu, 26/01/2008 05:23

Rasa Malu

Jumat, 25/01/2008 18:36

Oase Iman Lainnya

Trending