Jum'at, 13 Muharram 1444 H / 12 Agustus 2022

Bulan Ramadhan Lahir kembali

ramadhanOleh: Syaripudin Zuhri

Nada-nada dari lagu yang ditiup angin senja, terus menggulirkan makna pada setiap kata, walau kadang tak dimengerti pada jamannya. Pemikir-pemikir cemerlang seringkali dikucilkan manusia di sekelilingnya, karena tak paham apa yang diucapkannya. Sehingga mereka seringkali dituduh aneh, nyeleneh, bahkan gila.

Sepanjang jalan kehidupan yang tak selamanya lurus, dihadapi dengan kebijaksanaan yang tulus, dan terus menerus bergema dengan kata-kata bagai dalam syurga Firdaus. Hanya segelintir orang yang memahaminya, hanya sedikit yang paham apa yang dikatakannya, karena setiap katanya tersembunyi hikmah yang tidak didapat, kecuali dengan membaca dan membacanya lagi.

Bagai rahasia di dalam rahasia, bagai boneka Matrioskan Rusia yang unik, di dalam boneka ada boneka lagi, dibuka lagi ada boneka dalam boneka tadi, dibukan lagi ada lagi boneka di dalamnya, begitu seterusnya, berlapis-lapis. Begitulah makna setiap kata yang diucapkannya, tak bisa langsung dimengerti pada masanya, pada jamannya, seakan kata-kata  yang diucapkan melesat ke masa depan, jauh meninggalkan jaman.

Dan pada setiap jaman ada puasa, sesuai dengan firmanNya dalam surat Al Baqoroh: 183” Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibakan atas-atas orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”  Perhatikan ayat tersebut, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang sebelum kamu, jadi puasa yang dilakukan pada bulan ramadhan  akan terus datang dan datang lagi, persis dengan kelahiran manusia manusia, yang terus menerus lahir, dan lahir kembali. Manusia yang lahir kembali dalam hitungan waktu, bagai bait-bait berikut ini:

Dalam keheningan malam yang sunyi

Salju-salju tipis turun kepersada bumi

Di tengah lelapnya tidur makhlukMu

Ada nada-nada bahagia menyambut kelahiran kembali.

 

Wahai waktu yang terus bergerak maju

Tak ada yang dapat menghentikanmu

Tak ada yang dapat menyetop gerak langkahmu

Tak ada yang dapat membuatmu mundur walau sedetik

Semua mengiringi gerak langkahmu.

 

Air yang terus mengalir dalam gerak tak henti

Angin yang terus berhembus membuai dedaunan

Kupu-kupu yang berterbangan di taman taman kehidupan

Menyambutmu kelahiranmu yang berulang.

Kala lumpur-lumpur diseberang jalan sana menghadang jalanmu

Tetaplah melangkah walau ilalang tajam menggores kakimu.

Ada mutiara di laut yang dalam

Ada hikmah pada setiap musibah.

 

Teruslah melangkah wahai deru napas kehidupan

Kelahiranmu yang terus berulang dalam nada rindu syurgawi

Menghantar kedalam pelukan kasihNya

Yang tiada henti-hentinya menebar aroma wangi ke persada bumi

 

Sujudlah

Bersukurlah

Sepanjang waktu.

Semoga setiap napas yang kau hembuskan

Dan setiap langkahmu kakimu

Dalam ridho dan ampunanNya!

 

Begitulah bunyi bait-bait tentang kelahiran manusia,  dan wahai manusia, dalam setiap saat engkau lahir kembali, saat tidur dan kau terbangun, itu kelahiranmu yang terbaru, kau yang sekarang ini, di saat ini, bukan engkau yang tadi dan baru saja  berlalu. Dalam setiap saat kau adalah manusia baru, kelahiran baru dan setiap saat kau “ berulang tahun”. Bahagia terus menyambut kelahiranmu, dalam hitungan yang tak terhingga banyaknya, dan bila kau sadari itu, tersungkurlah kau dalam sujud keabadianmu!

Dan ramadhan pun datang,  bagai lahir kembali, ramadhan yang lalu bukan ramadhan kini, ramadhan kini bukan ramadhan yang akan datang, ramadhan selalu lahir dan lahir kembali, sama dengan manusia yang selalu lahir dan lahir kembali, ramadhan bagai siklus sejarah, yang terus menerus berputar, ramadhan dulu, ramadhan kini dan ramadhan yang akan datang, namanya sama, tapi peristiwanya beda. Pertanyaannya sekarang, sudah siapkah kau menyambut kehadiran bulan yang suci itu? Bulan yang lahir kembali sepanjang tahun, selama bumi masih beputar dan kiamat belum tiba.

Selamat datang bulan ramadhan

Selamat datang bulan suci

Selamat datang bulan yang melahirkan manusia kembali kepada fitrahnya sendiri

Selamat datang bulan yang dinanti jiwa-jiwa suci

Selamat datang bulan yang membentuk kerendahan hati manusia

Selamat datang bulan yang menyehatkan manusia.

Begitulah orang-orang beriman menyambut kelahiran bulan ramadhan dan akan terjadi sebaliknya bagi orang-orang yang tak beriman. Dan memang puasa diwajibkan bagi orang yang beriman, yang tidak beriman, ya tidak terkena kewajiban tersebut. Makanya sangat berbeda sekali berpuasa di Rusia yang Islamnya minoritas,  dengan puasa di Indonesia yang Islamnya mayoritas di Dunia.

 

Moskow, 2 Juli 2013.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Bersegera dalam Kebaikan

Senin, 01/07/2013 06:37

Menghitung Amal Sebelum Ramadhan

Jumat, 28/06/2013 16:48

Ridha, Lebih Utama dibanding Sabar

Rabu, 26/06/2013 07:27

Belajar dari Sebuah Kehilangan

Selasa, 25/06/2013 08:15

Mensyukuri Adanya Ruang dan Waktu

Senin, 24/06/2013 09:46

Bapak Tua dan Matanya

Sabtu, 22/06/2013 13:57

Oase Iman Lainnya

Trending