Selasa, 10 Muharram 1444 H / 9 Agustus 2022

Dan Kita Pun Akan Menjadi Tua

Hidup bagaikan garis lurus 

Tak pernah kembali ke masa yang lalu 

Hidup bukan bulatan bola

Yang tiada ujung dan tiada pangkal… .
eramuslim – Syair lagu diatas, sering kita dengar dari lantunannya Bimbo, liriknya mengingatkan kita akan sebuah akhir. Kehidupan ini tidak akan berlangsung abadi, hingga suatu saat kita akan menaiki tangga usia, semakin lama usia kita bertambah, semakin berkuranglah sisa umur kita dan andai Tuhan belum memanggil kita di usia muda maka kitapun akan menjadi tua.

Melihat garis-garis di wajah sosok yang kita cintai ibu dan ayah kita, ketika kulitnya mulai keriput, rambut hitamnya mulai memutih dan kesehatannya kian menyusut, kita diingatkan oleh-Nya bahwa kitapun sama, suatu saat nanti akan menjadi tua, renta dan butuh begitu banyak pertolongan, kasih sayang serta perhatian dari anak-anak kita.

Dan sekaranglah saatnya bagi kita untuk memainkan peran sebagai seorang anak, memelihara dan menyayangi ayah dan ibu kita. Dahulu sembilan bulan kita dalam rahim ibu, kita menyusahkannya, duduk ia tak enak, berbaring tak nyaman. Tapi ibu sabar menanti hari-hari kelahiran kita. Tiba kita di dunia, ibu tersenyum bahagia mendapatkan kita sebagai anugerah dari Tuhan-Nya, disusuinya, dimanjakannya dan dibesarkannya kita dengan penuh kasih sayang. Diajarkannya kita berbagai ilmu dan sebuah kenikmatan yang luar biasa bagi kita diajarkan untuk mengenal Allah sebagai Tuhan kita. Dengan sabar ibu mengajak kita pergi ke pengajian dan ayah selalu mengajak kita shalat berjamaah.

Menginjak remaja, kita semakin menyusahkannya, biaya sekolah yang kian besar serta kenakalan-kenakalan yang sering kita lakukan tak jarang membuat hati ibu terluka. Sikap kita yang kasar, egois dan selalu merasa benar terkadang membuatnya menangis, tapi ibu tetap sabar. Dibimbingnya kita untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku kita, ibu selalu menanamkan cinta kepada Allah Rabb Tuhan yang maha kasih dan sayang.

Berbahagialah bagi yang masih mempunyai ibu juga ayah, karena masih mempunyai kesempatan untuk memelihara dan menyayangi mereka. Dan saat kita menginjak dewasa, ketika ayah yang dulu kekar sekarang sering terbaring sakit, dan ketika ibu yang dulu selalu melayani kita makan sekarang sering terbaring lemah, inilah saat-saat yang baik bagi kita untuk memuliakan mereka, melayani, memelihara dan memberikan perhatian kepada mereka. Inilah kesempatan kita untuk menjadi anak yang shaleh buat mereka bahagia di ujung usianya, dan buat mereka bangga dengan kita. Ingatkah, dahulu ketika kebetulan kita terbangun dari tidur, terlihat ibu sedang Tahajjud tak henti-hentinya berdo’a untuk kita, agar menjadi anak yang shaleh dan tercapai semua cita.

Jenguklah ibu dan ayah kita selagi bisa, sebelum semuanya berakhir menjadi kenangan, bawakan oleh-oleh yang disukainya. Sebab jika mereka telah tiada maka tak akan ada lagi yang menunggu kita pulang, tak ada lagi menyiapkan kita sarapan, yang ada hanyalah rumah yang akan menjadi kenangan. “Muliakanlah Orang tua kita karena kitapun akan menjadi tua” (untuk ibu di rumah dan ayah yang telah tiada, Ananda)

Abdullah Fannany.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Refleksi 9/11 Dari New York

Senin, 11/09/2017 08:30

Shalat di Dalam Kamar Mandi

Jumat, 09/06/2006 11:21

MENGENAL DAHSYATNYA MADU KELENGKENG

Selasa, 20/04/2021 13:01

Soekarno, Megawati, dan Islam (4)

Jumat, 06/03/2009 07:45

Lelaki Itu…

Rabu, 19/03/2008 14:07

Baca Juga

Ucapkan Terima Kasih

Sabtu, 17/11/2012 20:31

Sebab Cinta Tak Kenal Waktu

Jumat, 16/11/2012 13:36

Ibu Bagi Ayahnya

Rabu, 14/11/2012 15:40

Seandainya Aku Bisa Terbang

Senin, 12/11/2012 10:37

Semur Tahu Buatan Ibu

Kamis, 08/11/2012 12:36

Kembali dalam Pangkuan Islam

Rabu, 07/11/2012 10:10

Take it or Lose it

Selasa, 06/11/2012 09:48

Oase Iman Lainnya

Trending