Sabtu, 14 Muharram 1444 H / 13 Agustus 2022

Dunia, Pergi Kau dari Hatiku

Sore ini, di tengah keasyikan ku berkutat dengan script-script PHP, diiringi dengan alunan nasyid di telinga, adzan ashar memanggil ku untuk memenuhi konsumsi ruhiyahku. Ku lihat di lobi lantai 4 ruanganku ku lihat banyak ibu-ibu berkumpul, eh..ternyata mereka sedang mengerumuni bapak-bapak penjual kain. Aku sempatkan mampir, sekedar melihat-lihat. Ya memang bahan kain yang cukup bagus dan sangat manis. Sekilas ku dengar seorang ibu menyebutkan harga salah satu dari kain itu 600ribu. Innaalillaah….

Mungkin aku, seperti orang udik ya prend….”zaman sekarang uang segitu gak ada apa-apanya bro…”, mungkin kamu akan bilang begitu pada ku, hehehe….Tapi suerrr deh kalau aku mah mending uang segitu di tabung, buat simpanan untuk merayakan cinta, ups…ketauan.., hehehe… Sobat ku fid diin, bagi ku yang sudah punya sedikit pegangan tiap bulan sebagai karyawan lepas uang 100 ribu mungkin sangat berharga, tapi tidak sama harganya dengan seorang manajer di perusahaan tempat aku bekerja.

Begitu juga, uang 100 ribu itu menjadi sumber pendapatan satu bulan untuk orang yang membantu ibuku di rumah untuk mencuci pakaian. Mendapatkan uang sejumlah itu butuh waktu 1 bulan baru kesampean. Waktu yang tidak sebentar dan penantian yang tidak gampang, menurutku.

Kembali ke kumpulan ibu-ibu tadi, ada di antara mereka yang mengambil 2 stel kain, yang kira-kira harganya kurang lebih 1juta 2ratus ribu rupiah, gubraks!!! Angka yang kecil untuk mereka, pikirku. Sobat, mungkin kita gak bakalan ngabisin uang untuk beli kain, tapi mungkin kita melakukan hal yang sama untuk kepentingan yang lain.

Misalnya, ganti hp baru tipe baru dengan teknologi terbaru, atau pengen ikut trend mode terkini dalam gaya hidup dan itu semua membutuhkan dana yang tidak sedikit, iya kan? Padahal itu hanya sekedar memuaskan gejolak nafsu kita saja. Seperti ungkapan “sekedar memenuhi kepuasan bathin saja”. Padahal ada sebuah ungkapan dari Ibnu Athaillah:

“Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Alah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana” (Ibnu Athaillah).

Coba kita berfikir dengan jati yang jernih, apakah hidup kita hanya sebatas memenuhi kebutuhan syahwati saja? Bukankah keinginan-keinginan itu hakikatnya adalah syahwat yang hukumnya boleh asal tidak jatuh pada isrof (berlebih-lebihan). Kalau hidup kita hanya untuk memenuhi kebutuhan syahwat, apa bedanya kita dengan makhluq Allah yang lain yang tidak diberi anugerah akal seperti halnya binatang? Bukan kah Robb mu sering sekali memperingatkan dengan bahasa “’Afalaa Ta’qiluun, apakah kamu tidak berfikir??” . Atau bahasa kitanya: “mikir loe..mikir..atuh….!!” Sebagaimana seorang ulama Imam Al-Ghazali mengatakan:

"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."(Imam Al-Ghazali)

Bagi orang orang beriman melihat indahnya dunia hanya sebatas genggaman tangan, dia tak pernah sudi meletakkan dunia di hatinya, sehingga orang beriman tidak akan pernah sulit untuk melepas kenimatan nya dan berbagi dengan orang lain. Sebagaimana sebuah hadits yang mengatakan: “Letakkan dunia itu di tanganmu bukan di hatimu”

Maka sobat, manfaatkanlah nikmat harta, uang dan nikmat yang lain ke jalan yang di ridhoiNYA dan jangan berlebihan dalam menghabiskannya untuk kesenangan syahwat kita saja.

"Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. (Ibnu Mas’ud)"

Wallahu’alam

Tuesday, 30 Nop 2007/18.00 wib
Coret-Coret sambil nunggu maghrib

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Buah Kesabaran Seorang Ibu

Minggu, 02/05/2010 16:10

Menata Hati

Minggu, 02/05/2010 07:45

Nyatanya, Aku Belum Siap Menikah

Jumat, 30/04/2010 13:44

Transfer Ilmu

Jumat, 30/04/2010 06:15

Introspeksi bagi Semua

Kamis, 29/04/2010 13:43

Apa Pantas Berharap Surga?

Kamis, 29/04/2010 07:43

Oase Iman Lainnya

Trending