Senin, 16 Muharram 1444 H / 15 Agustus 2022

Sunggguh, Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu

“Allaahumma laa sah-la illaa maa ja’altahu sah-lan wa anta taj-‘alul hazna idzaa syi’ta sah-laa.”

“Ya Allah, tiada yang mudah selain yang Engkau mudahkan dan Engkau jadikan kesulitan itu mudah, jika Engkau menghendakinya mudah.”

Do’a diatas adalah do’a yang dinasehatkan ibu mertua untuk diamalkan ketika kami hendak pergi haji 3 tahun lalu. Beliau mengatakan bahwa do’a tersebut bilamana dijadikan zikir, insya Allah akan mempermudah segala urusan. Beliau menceritakan, ketika pergi haji, beliau ingin sekali mencium Hajar Aswad, maka beliau menjadikan do’a tersebut sebagai zikir, dan Alhamdulillah keinginannya terwujud. Sebagaimana diketahui, mencium Hajar Aswad di musim haji bukan perkara mudah. Dan akupun mengikuti apa yang beliau sarankan, menjadikan do’a tersebut sebagai zikir ketika pergi berhaji, dan Alhamdulillah kami tidak mengalami kesulitan sedikitpun ketika melaksanakan haji.

Do’a tersebut masih terus saya amalkan hingga kini. Alhamdulillah, Allah banyak memberi kemudahan-kemudahan di tengah kesulitan yang saya hadapi.

Pada suatu ketika, 2 anak saya -saat itu si sulung berumur 31/2 tahun dan yang kedua berumur 2 tahun- sakit diwaktu yang bersamaan. MUntah-muntah dan buang-buang air. Kebetulan tidak ada pembantu waktu itu dan suami sedang pergi ke luar kota selama 40 hari. Saya sungguh merasa kebingungan. Saya tidak mengabarkan kepada siapapun tentang kondisi anak-anak. Yang saya lakukan adalah, makin gencar saya lafazkan zikir diatas. Alhamdulillah anak-anak saya yang masih balita, benar-benar tidak merepotkan walau sakit. Tidak rewel, dan tidak muntah maupun buang air sembarangan.

Atau di lain waktu, air ledeng di rumah kami, keluar hanya sedikit sekali. Itupun harus dipancing lagi, dipancing lagi. Hal ini menyulitkan, karena sebagian besar aktivitas harian ibu-ibu berhubungan dengan air. Kondisi air mengalir tidak normal berlangsung cukup lama. Akhirnya kami panggil tukang sumur/tukang pompa yang dahulu menginstalasi sumur air kami. Menurut keterangan tukang itu, mungkin ada kebocoran di pipannya, karena di mesin tidak masalah. Jadi instalasi pipanya harus di cek. Sementara, posisi sumber air kami di bawah kamar mandi belakang, yang artinya kami harus bongkar kamar mandi tersebut. Saya sudah bayangkan betapa ribetnya urusan ini, belum lagi biayanya. Menurut tukang pompa itu lagi, kalau ternyata pipanya tidak bocor, berarti harus di tambah lagi kedalamannya, dan ini berarti, kami juga harus bongkar atap kamar mandi, guna memudahkan penggunaan peralatan bor-nya. Hmm…rasanya aku tidak ingin melaksanakan ide tukang pompa itu. Akhirnya aku lafazkan zikir tersebut tanpa henti, dalam setiap kesempatan yang ada, dan berharap ada keajaiban sehingga kami tidak perlu melakukan pembongkaran apapun dan air dapat mengalir secara normal. Alhamdulillah, ke esokan harinya, air dapat mengalir secara normal hingga saat ini. (Alhamdulillah ya Allah atas segala kemudahan yang Engkau berikan)

Masih banyak peristiwa-peristiwa lain yang tidak dapat saya ceritakan. Intinya, Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah dapat menolong kita dalam kondisi apapun yang kita hadapi jika kita meminta tolong kepadaNya. Dalam kesulitan yang menimpa kita, bersungguh-sungguhlah meminta, disertai rasa tidak berdaya dan berprasangka baik bahwa Allah pasti akan menolong. Insya Allah. Kita tidak akan dikecewakan.

Itu sedikit pengalaman pribadi. Tulisan ini saya buat karena ada yang curhat ke saya bahwa ada saja yang tidak beres dengan kehidupannya. Ada saja kesulitan-kesulitan yang ia hadapi. Memiliki 4 orang anak, tanpa pembantu, dan anak yang terakhir belum genap setahun. Suatu hari, mesin cucinya rusak. Mesin cuci belum diperbaiki, saluran air mampet, sehingga air tidak dapat mengalir. Kedua masalah tersebut belum terselesaikan, anaknya yang kedua mogok sekolah. Saya tidak dapat memberi solusi apa-apa selain mengajaknya untuk ikut mengamalkan do’a yang saya tulis di atas sebagai zikir. Tapi, kelihatannya ia kurang tertarik. Ia berharap ada saran untuk melakukan sebuah tindakan yang kongkrit. Mungkin ia pikir, mana mungkin do’a tersebut dapat menyelesaikan masalahnya.

Kalau menurut pendapat saya, kenapa tidak dicoba? Mesin cuci rusak, saran termudah memang diperbaiki atau beli yang baru. Tapi masalahnya ngga ada uang. Makanya saya sarankan mengamalkan zikir tersebut. Khan gratis. Dan bisa dilakukan kapanpun. Kita memohon agar Allah mempermudah kesulitan kita.

Apa sulitnya bagi Allah untuk mengabulkan? Apa sulitnya bagi Allah membuat mesin cucinya tiba-tiba dapat dipakai kembali, atau apa sulitnya bagi Allah membuat saluran airnya dapat mengalir dengan normal, atau apa sulitnya bagi Allah membalikkan hati anaknya hingga mau sekolah? Langit dan bumi beserta isinya milik Allah dan Allah yang menguasainya. Tidak ada persoalan di muka bumi ini yang tidak dapat diselesaikan oleh Allah. Kenapa kita tidak yakin? Jangankan cuma mesin cuci, menghidupkan orang yang sudah mati saja Allah mampu. Jangankan membuat saluran air mengalir kembali, membelah laut menjadi dua saja Allah kuasa.

Sejak dini saya ajarkan kepada anak-anak saya untuk senantiasa meminta kepada Allah. Saya ajarkan kepada mereka agar jika menginginkan sesuatu atau menghendaki terjadi sesuatu, harus minta kepada Allah. Karenanya pernah si sulung (6 tahun) sedang bermain game, dan saya lihat dia mengangkat tangan seraya mulutnya komat-kamit. Saya bertanya tentang apa yang dia lakukan. Dan si sulung menjawab bahwa ia sedang berdo’a semoga ia menang main gamenya. Dalam hati saya tertawa geli, bercampur bahagia bahwa ia telah belajar menggantungkan harapannya kepada Allah.

Lain halnya dengan anak yang kedua (5 tahun), melihat kakaknya sudah dapat main sepeda, ia pun giat belajar naik sepeda. Akhirnya iapun bisa naik sepeda. Ia bertanya kepada saya, “Ummi, ummi tahu ngga kenapa dede bisa naik sepeda?”

“Nggak…” jawabku dengan mimik pura-pura bingung.

“Karena dede berdo’a begini, Ya Allah semoga aku bisa Ya Allah.” Jawabnya lagi.

Aku benar-benar surpraise mendengar jawabannya. Jadi ia merasa bahwa ia dapat naik sepeda karena Allah. Subhanallah.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi agar kita dapat sama-sama mengamalkannya.

Wallahu’alam

ummuali.wordpress.com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Boleh Menilai, Mencela Jangan

Sabtu, 04/12/2010 04:58

Ruginya Jadi Orang Bodoh

Jumat, 03/12/2010 13:58

Sudahkah Kita Memanusiawikan Mereka?

Jumat, 03/12/2010 05:25

Sebab Cinta Tak Harus Menangis

Kamis, 02/12/2010 05:37

Selalu Ada Keajaiban Hidup

Rabu, 01/12/2010 13:36

Oase Iman Lainnya

Trending