Senin, 16 Muharram 1444 H / 15 Agustus 2022

Isteri yang Pemaaf

Di mana ada kebesaran cinta
Di sanalah selalu terbentang harapan

(Willa Cather, Novelis)

Enam bulan yang lalu…

Tepatnya tanggal 16 Desember 2006, seorang ibu curhat kepada saya. Dia, seorang penjaja makanan keliling, salah satu langganan saya. Nariyah namanya. Waktu itu, matanya berkaca-kaca, raut mukanya tak bisa menyembunyikan aroma kesedihan yang dideritanya. Dengan terbata-bata bercerita. Suaminya, pergi meninggalkannya tanpa pamit alias minggat ke Kalimantan. Pergi tanpa sebab. Ternyata, kembali ke isterinya yang pertama. Memilukan. Oh..ya, Nariyah ini memang isteri ketiga. Ia rela menjadi isteri ketiga karena memang mencintai lelaki itu yang kemudian menjadi suaminya itu.

Saat mendapati suaminya minggat, pikiran kalut, sudah jelas.

Bagi yang masih punya rasa peduli, tak susah untuk sekedar ikut merasakan apa yang dialaminya. Bayangkan saja, bagaimana rasanya ditinggal orang yang dicintai. Tanpa pamit pula. Tanpa ada pemberitahuaan sebelumnya. Duka pastilah ada. Nariyah sendiri tahu kalau suaminya ke Kalimantan setelah menemui mertuanya. Menanyakan apakah suaminya pulang ke rumah orang tuanya. Ternyata tidak. Dari keterangan mertuanyalah Dia tahu kalau suaminya sudah berada di Kalimantan. Inu cerita enam bulan yang lalu.

Tadi siang saya bertemu kembali dengannya.

Biasa, membeli nasi rames yang dijualnnya cukup murah untuk ukuran mahasiswa. Saat membeli dagangannya, dengan nada gembira Dia berkata pelan kepada saya “Mas, suamiku wis balik”. Wah, kabar gembira nich, gumam saya dalam hati. “Gimana ceritanya” sambung saya.

Katanya, suaminya sempat minta persetujuannya boleh pulang menemuinya atau tidak. “Mak, aku meh balik, ojo nesu ya” (Mak, aku mau pulang, jangan marah ya). Begitu suaminya mengambil hati isterinya. Ternyata, Nariyah memang punya jiwa besar, bukan sosok pendendam. Dia, mempersilakan suaminya untuk pulang, kembali menemuinya. Melupakan masa lalu, melupakan kesedihan yang sempat dideritanya ketika enam bulan berada dalam kesendirian. Baginya, cukup hadirnya suami memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Begitulah Nariyah, isteri yang sangat pemaaf.

Sebenarnya, Dia bisa saja menolak suaminya pulang kembali padanya. Dengan senyum penuh sipu, dia berkata kepada saya kalau sudah didekati oleh dua orang laki-laki, satu karyawan kantor, satu lagi seorang satpam kampus. Mereka siap kalau Nariyah menyatakan mau untuk dinikahi. Oh, rupanya Nariyah banyak yang suka juga. Tapi, mendengar suaminya pulang, tawaran kedua orang itu diurungkannya. Kini, yang saya tahu, bersama suaminya, Dia mulai hidup baru, dengan sejarah yang baru. Sejarah tentang kebesaran cinta, dan ketulusan seorang isteri.

***

Sosok Nariyah, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Mungkin, dia merasakan pengkhianatan atas cinta. Darinya, kesedihan, kesunyian, kesepian terasakan. Namun, pada akhirnya bisa memaafkan orang yang selama ini berbuat jahat padanya. Tidak mengungkit masa lalu, menghargai orang yang mau kembali, orang yang mau berubah. Merajut kembali keharmonisan keluarga yang sempat retak. Nah, bagi siapapun yang sedang dilanda berbagai masalah, khususnya dalam berumah tangga, Nariyah bisa menjadi cermin. Sebuah pelajaran berharga bagaimana mengambil keputusan yang bijak demi utuhnya sebuah keluarga. Susah memang, tapi Nariyah bisa, kenapa kita tidak..?

———————————————————————–

http://penakayu. Blogspot. Com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Introspeksi bagi Semua

Kamis, 29/04/2010 13:43

Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Senin, 13/06/2011 16:01

Nasionalisme Santri, Sebuah Refleksi

Minggu, 17/06/2012 13:44

Modal Nekat?

Minggu, 13/07/2008 13:42

Manfaat Berwudu Bagi Kesehatan Tubuh

Selasa, 04/02/2020 15:00

Baca Juga

Belajar Mengalahkan Ego Diri

Rabu, 20/06/2007 10:42

Dibayar Kontan, Lebih Malah…

Selasa, 19/06/2007 18:16

Sahabat Sejati

Senin, 18/06/2007 14:47

Sudah Baca Basmallah?

Senin, 18/06/2007 09:04

"Bu, Saya Minta Maaf"

Jumat, 15/06/2007 10:21

Keranjang Buah Si Entong

Kamis, 14/06/2007 14:33

Oase Iman Lainnya

Trending