Rabu, 12 Jumadil Awwal 1444 H / 7 Desember 2022

Aku ditegur-NYA Melalui Supir Angkot

Sebut saja, Rima, seorang akhwat aktivis kampus. Rima termasuk seorang akhwat yang sudah mandiri. Sejak tahun kedua di bangku kuliah, Rima sudah tak meminta uang saku dari kedua orangtuanya. Ya, Rima mendapatkan penghasilan bulanan dari mengajar privat yang insya ALLAH bisa menghidupinya setiap bulannya, bahkan lebih dari cukup.

Uang penghasilan ngajarnya selain ia gunakan untuk ongkos dan kebutuhan dirinya sendiri, juga ia gunakan untuk kebutuhan organisasi yang ia geluti. Selain itu, Rima juga sadar betul akan pentingnya menyisihkan harta yang dimiliki untuk fakir miskin, seperti yang difirmankan ALLAH dalam surat Adz Dzaariyaat ayat 19: "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian". Untuk itu, ia pun menyisihkan sebagian penghasilannya untuk fakir miskin. Rima membuat targetan untuk sedekah harian, pekanan dan bulanan, bahkan tiga bulanan.

Tentu saja, sebelumnya ia tak melupakan hak orangtuanya, karena dari penghasilannya, ada hak orangtua yang harus dinafkahi, seperti yang tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 215:

"Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkah-kan. Jawablah, ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan, hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan kebaikan apa saja yang kamu buat, maka sesungguh-nya Allah Maha Mengetahuinya.”

Dalam targetan sedekah tiga bulannya, ia berkunjung kepada sanak keluarga yang yatim untuk menyantuninya. Dalam targetan bulanan, ia memberikan infak terbaik dari penghasilan bulanannya kepada salah satu badan pengumpul dan penyalur amal, zakat, infak dan sedekah. Dalam targetan sedekah pekanan, Rima menargetkan untuk memberikan infak terbaik untuk infak kelompok halaqahnya.

Dalam targetan sedekah harian, Rima bertekad untuk memberikan sedekahnya kepada pengemis atau pengamen yang ia temui pertama kali setiap harinya. Setiap pagi ia melangkahkan kaki keluar rumah, sudah disiapkannya uang di kantong untuk ongkos naik angkot dan uang sedekahnya. Rute yang ia lalui ke kampusnya memang banyak ditemui pengemis maupun pengamen di dalam angkot.

Pada suatu pagi hari, Rima lupa menjalankan targetan sedekah hariannya. Tak seperti pagi biasanya, ia tak berangkat dari rumah. Rima bermalam di kosan temannya di sekitar kampus karena pagi-pagi sekali harus mengurusi acara kampus. Agenda yang begitu padat dari pagi hingga sore hari benar-benar membuat Rima lupa akan targetan sedekah hariannya. Entah ia tak bertemu dengan pengemis atau pengamen atau sebab lainnya yang menyebabkan ia lupa. Hingga akhirnya, ALLAH menegurnya lewat perantara seorang supir angkot.

Sore itu, setelah mengajar dari rumah seorang murid, Rima memutuskan naik angkot menuju pangkalan untuk naik angkot utama. Walaupun sebenarnya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, hanya diperlukan ongkos setengah dari ongkos dengan jarak yang lumayan jauh. Namun, kondisi Rima tak memungkinkan karena begitu lelah seharian beraktivitas, ditambah lagi suhu badannya mulai meninggi dan kepalanya pening.

Rima-pun memberhentikan angkot yang lewat. Hanya dalam waktu kurang dari 2 menit, tibalah angkot di pangkalan, Rima turun dari angkot dan hendak membayar ongkos kepada sang supir. Namun, apa yang terjadi? Sang supir angkot malah berkata; “Gak usah Neng. Gak usah dibayar. .”. Lantas sejurus kemudian, sang supir menancap gas angkotnya, membiarkan Rima yang masih terkejut dengan peristiwa barusan. Ya, tak seperti biasanya. Biasanya, setiap kali Rima naik angkot menuju pangkalan, pasti diterima ongkosnya walaupun jaraknya begitu dekat. Tapi, baru kali ini, supir angkot tak menerima ongkos darinya.

Dari peristiwa itu, Rima tersadar, bahwa besaran ongkos untuk naik angkot itu setara dengan besaran sedekah hariannya. Dan ia pun langsung teringat bahwa hari ini ia belum mengeluarkan sedekah hariannya. “ Ya Rabb,, Alhamdulillah Kau telah mengirimkanku seorang supir angkot yang telah mengingatkanku..”

****

Begitulah cara ALLAH memberi peringatan kepada hamba-NYA. ALLAH punya cara tersendiri yang begitu indah untuk menegur masing-masing hamba-NYA. Seperti yang terjadi pada kisah diatas, ketika Rima sudah membiasakan dirinya untuk bersedekah tiap harinya, namun suatu hari dia terlupa, ALLAH mengingatkannya melalui seorang supir angkot. Ya, begitulah jika seseorang sudah memiliki azzam yang kuat dalam hatinya untuk melakukan suatu kebaikan, maka yakinlah ALLAH akan memudahkan dalam melaksanakannya. Apalagi kebaikan yang dilakukan bukan hanya untuk diri sendiri, namun kebermanfaatannya juga untuk orang lain, seperti sedekah. Jadikan suatu sedekah harian bukanlah suatu rutinitas yang cepat bosan jika dijalankan setiap harinya, namun jadikan sedekah adalah sarana pendekatan diri kita dengan ALLAH. Sedekah harian juga tak melulu dengan uang, kita juga bisa dengan memberikan senyuman untuk orang-orang di sekitar kita.

Tersenyum-lah Kawan..

perempuanlangitbiru.multiply.com/

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Berantas Pornografi di Internet

Kamis, 22/07/2010 09:02

Warisan untuk Isteri Pertama

Kamis, 27/11/2008 09:46

Sikap Pengelola dengan Investor

Selasa, 08/06/2010 11:03

Darah Keluar dari Kemaluan

Jumat, 25/12/2009 05:31

Haji 2017 Dalam Angka (Tamat)

Kamis, 31/08/2017 14:00

Lebih Keras daripada Batu

Jumat, 16/01/2009 14:15

Baca Juga

Kasih Ibu 'Memang' Sepanjang Jalan

Sabtu, 20/03/2010 07:58

Almost 40 (years Old)

Kamis, 18/03/2010 13:56

Membangun Kesadaran Berpolitik

Kamis, 18/03/2010 10:21

Jamaah dan Kader Dakwah

Rabu, 17/03/2010 16:46

Ironi di Sebuah Negeri

Rabu, 17/03/2010 13:48

Kisah Sebuah Persahabatan

Rabu, 17/03/2010 08:50

Oase Iman Lainnya

Trending