Jum'at, 11 Rajab 1444 H / 3 Februari 2023

Ah Boring

“Ah bosen juga ya bekerja seperti ini terus.” Gumam supir Bus antar kota itu dengan gontai.

“Bukannya enak Mas, bisa bolak balik jalan-jalan Cirebon-Bandung? Gratis lagi.” timpal penumpang yang duduk di sebelahnya.

“Jalan-jalan juga capek Pak, honornya nggak seberapa, dapet capeknya aja.” Tambahnya lagi dengan nada kesal.

“Mungkin sampean belum tahu Mas cara menikmati pekerjaan sampean.” Sahut Bapak tersebut bijak. “Sampean pernah nggak mendengar keluhan matahari, cicak, nyamuk, atau binatang lainnya?” tambahnya pelan.

Si supir pun bingung dengan pertanyaan si Bapak tadi. “Maksdunya Pak?”

“Gini lho Mas, tadi kan sampean mengeluh tentang pekerjaan sampean yang Cuma itu-itu saja setiap hari, nggak berubah dari zaman ke zaman, nah sekarang mari kita bandingkan dengan pekerjaan binatang dan makhluk ciptaan Alloh yang saya sebutkan tadi. Mangkanya saya tadi tanya, sudah pernah dengar belum keluhannya matahari dan lain-lain?” terang si Bapak gambling.

Terlihat si Supir itu mengangguk-anggukkan kepalanya. “Tentu semua orang belum pernah dengar Pak keluhan mereka, mana bisa mereka bicara, lagipula apa pekerjaan mereka?” tanyanya antusias.

“Mas, mereka itu kan diciptakan oleh Alloh untuk beribadah, menyembah yaitu pekerjaan mereka. Hanya saja cara ibadah mereka beda dengan manusia, matahari tunduk dan ibadah pada Alloh dengan cara menyinari bumi kita, setiap pagi, setiap hari dari timur dan terbenam di barat, begitu terus tanpa bosan dan mengeluh. Binatang cicak, ibadah dan ketaatan dia pada pemiliknya yaitu dengan cara hidup menempel di dinding, makanannya adalah serangga atau nyamuk, pernahkah ada sejarah cicak melata atau berlari? Pernah kah juga cicak mengeluh kenapa makananya hanya serangga, bukan daging atau tulang? Tidak kan. Nah itu maksud saya.” Jelas si Bapak panjang lebar.

“Ya Alloh, saya jadi merasa kerdil Pak. Sholat saya aja masih bolong-bolong, ditambah suka mengeluh lagi dengan pekerjaan saya. Duh! Malu sekali.” Gumamnya menimpali.

“Ini sekedar bagi-bagi cerita ya Mas, bukan maksud apa-apa. Semoga lebih baik lagi ya ke depannya.” Si Bapak menambahkan sambil menepuk pundak si Supir itu.

Mataku yang menahan kantuk menjadi segar lagi setelah menyimak percakapan mereka. Sungguh hidayah Alloh itu bisa datang kapan saja, di mana saja dan untuk siapa saja. Ada rasa takjub kepada Bapak tadi yang dengan santun dan berani memeberikan nasehat pada si Supir Bus ini, dan atas tuntunan Alloh pula si Supir bisa menerima itu semua dengan kelapangan hati dan keluasan logika. Subhanalloh.

Anggota FLP Sangatta
http://asyamil.multiply.com
http://hikmahfathia.blogspot.com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Pesan Perjalanan Pulang

Kamis, 11/03/2010 08:00

Hukum Merokok

Kamis, 07/12/2006 07:18

Mendadak Dhuafa

Sabtu, 20/10/2012 11:23

Hidup Terpisah

Senin, 14/07/2008 14:18

Kalkulasi Kasar Intensitas Dzikir

Kamis, 04/12/2014 09:14

Warung Jujur

Rabu, 05/12/2007 06:07

Baca Juga

Mendamba Kemenangan Agung

Rabu, 06/07/2011 14:03

Cerita Jodoh(ku)

Rabu, 06/07/2011 06:10

Sang Pemimpin Sejati

Selasa, 05/07/2011 11:48

Anger Management

Senin, 04/07/2011 13:42

Amanah Menjaga Bumi

Senin, 04/07/2011 07:05

Saudaraku, Tetaplah Di Sini

Sabtu, 02/07/2011 06:02

Bacalah, Kemudian Tulislah!

Jumat, 01/07/2011 14:53

Oase Iman Lainnya

Trending