Selasa, 4 Jumadil Awwal 1444 H / 29 November 2022

Menghindari Perayaan Syirik di TK Jepang

Hari ini anakku ( 4 tahun ) tidak masuk sekolah TK. Bukan karena sakit atau karena tanggalan merah. Bukan pula karena aku ada kepentingan keluar.

Sebetulnya dia tidak masuk TK karena menurut jadwal yang di keluarkan tiap bulan dari TK, hari ini bakal ada permainan tradisional Jepang “ Oni wa soto fuku wa uchi ….!” ( Setan diluar, keberuntungan didalam).

Sebenarnya ini adalah mantera dari perayaan tradisional Jepang berbau syirik .

Dalam permainan ini kacang kedelai matang dilemparkan ke arah oni ( setan ) agar bebas dari penyakit dan selalu sehat sepanjang tahun. Sambil melempar kacang, anak -anak harus meneriakkan mantera. Oni ( sebenarnya orang memakai kostum setan )yang terkena lemparan kacang akan kabur. Kacang kedelai tadi di hitung jumlahnya sesuai dengan usia orang yang akan memakannya.

Aduh dengernya aja aku ngeri anaku bakal dimasukan doktrin seperti itu.

Untuk menjelaskan kesuamiku bahwa Azusa akan bolos sekolah pada hari Senin ini bukanlah hal yang mudah. Bagi suami , apa yang aku lakukan adalah aneh.

“ Itukhan hanya permainan. "

Menurut suamiku itu bukan menyangkut agama apapun. Ternyata dia pikir, syirik hanyalah hal hal yang menyangkut agama lain.

“ Kalau ini hanya permainan tradisi Jepang.Sama sekali nggak ada hubungannya dengan Budha atau Shinto.”

“ Iya, tapi kalau dalam permainan itu ada kepercayaan akan nasib, itu namanya syirik,” jelasku.

“ Memang di Indonesia ngggak ada permainan tradisi seperti itu ?"

“Wah banyak sekali. Bahkan hal hal yang berbau tradisional kita kaya akan mistik.Tapi walaupun kita orang Indonesia , kita pun tidak mengikutinya. Kita hanya mengikuti hal hal tradisional yang tidak berbau syirik.”

Agaknya suamiku masih sulit menerima penjelasan ku yang sebenarnya panjang lebar disertai pilihan kalimat yang sangat teliti.

Agaknya bagi dia bukan soal agamanya,tapi soal menghargai kebudayaan Jepangnya. Seolah melecehkan kebudayaan Jepang.

Itu seperti waktu dulu aku menjelaskhan daging halal dan bukan halal. Ia tersinggung dikiranya aku tidak mau makan daging sembelihan orang Jepang. Padahal, aku jelaskan walaupun yang menyembelih orang Indonesia , kalau dia orang Hindu tetap saja tidak halal.

Bukan karena warga negaranya. Tapi aku jelaskan juga untungnya kehalalan suatu makanan. Dan betapa Islam sangat menyayangi binatang sampai cara sebelihnya pun diatur agar tak menyakiti binatang.Lambat laun suamiku mengerti, walaupun belum bisa konsisten dengan 100 persen tidak makan daging sapi atau ayam Jepang.

Tapi paling tidak ada kemajuan, dia mengerti. Aku tinggal berusaha lebih untuk menuntunnya, dan berdoa.

Lalu kembali lagi ke topik permainan syirik itu. Dia bertanya, “ bagaimana dengan zodiak ?”

Aku menjelaskan bahwa yang berhubungan dengan ramalan atau mempercayai nasib bukan karena Allah, itu hukumnya haram. Karena hanya Allah yang mengatur nasib dan hanya kepada-Nyalah kita beriman.

“Tapi khan ini hanya permainan, tidak usah sampai percaya,” katanya.

“ Walaupun untuk main-main. Tidak boleh. Karena pertama hanya main-main tapi nanti benar-benar percaya. Waktu aku SMA, akupun rajin baca zodiak dan percaya 90 persen," kataku . Argumentasi jadi agak alot karena dia nggak nyambung.

Tapi dalam hatiku ada kekuatan dan percaya diri yang besar bahwa suatu saat ia akan mengerti. Allah akan menolongku kalau aku berusaha. Yang dia butuhkan hanyalah belajar. Jadi aku mencoba menghadapi pertanyaan, argumentasi, keheranan- keheranan yang di lontarkan suamiku dengan sabar dan bijak seperti ibu ke pada anaknya.

Tapi walaupun begitu aku sangat tegas untuk hal ini. Aku mencintai Allah. Dan tak ada satupun di dunia ini yang bisa menghalanginya. No no no !

Saat-saat seperti ini, bayangkan luasnya alam semesta, angakasa raya.Jika planet dan bintang-bintang bagaikan butiran pasir di pantai, maka bumi kita bagaikan satu butir pasir kecil dan kita di dalam satu butir pasir kecil itu. Ah betapa kecilnya kita. Betapa lemahnya kita. Hanya kepada Allah lah kita berlindung. Tiba-tiba suami yang duduk di depan ku jadi terlihat kecil seiring menciutnya dunia disekitarku .

" Pokoknya kalau hukum lain masih bisa negosiasi, tapi kalau tentang syirik, unnegotiable, titik, jebret !"

Diskusi pun ditutup.

“Ya udah, pokoknya saya serahkan urusan mendidik anak sama kamu ya. Kamu khan yang lebih pintar….” Katanya sambil tiduran di o futon ( kasur tidur jepang yang di gelar dibawah) Eh malah pundung…..

Aku menghampiri suamiku dengan dada yang sebenarnya menggolak .Tapi kurendam dan kusembunyikan emosiku. Karena emosi tak akan melahirkan hasil yang ku mau.

Aku keluarkan jurus saktiku seperti biasanya.

“ Itu nggak benar,sayang. Aku bukannya bermaksud sok pintar, sama sekali bukan. Mungkin suatu saat kamu mengerti.” Kataku menghampirinya sambil mengusap rambutnya.” Aku belajar banyak darimu , begitu pula Azusa . Lihat betapa santunnya Azusa gemar berterimakasih dan meminta maaf. Itu semua karena ahlak ayahnya yang lembut. Semua tau itu turunan kamu. Bukan aku. “

“ Mmm,… akukhan ayah yang tidak tau apa apa,” dia menarik selimut sampai menutupi hidungnya. Sambil pundung, tapi keliatan agak luluh. Pertanda baik.

Aku peluk dan cium suamiku, lalu berkata agar terdengar selembut dan sebijak mungkin ,” semua tau betapa hebatnya kamu…”

Kumatikan lampu. Senyum…

Lalu kata penutup,” have a sleep…”

MENANG !!!

Setelah itu dia tidak pernah menyinggung itu lagi.

Saat papanya di kantor aku sudah mengajarkan Azusa bahwa percaya Oni atau melempar kacang pada Oni tidak di bolehkan. Karena kita orang islam. Caranya aku memperlihatkan Azusa gambar anak anak melempar kacang pada Oni, agar dia mengerti. Dan menjelaskannya sesuai dengan logikanya. Mungkin dia belum seratus persen mengerti keterangan ku. Tapi dengan cara mengulang ngulang , insya Allah dia akan mengerti seperti biasanya.

Lalu sebelum hari bolosnya Azusa, aku sengaja main oni gokko bersama Azusa di depan suamiku. Oni gokko itu kalau di Indonesia seperti kucing kucingan.

Aku menunjukan bahwa kalau permainan itu tidak ada unsur syirik, tidak apa apa.

Aku hanya ingin menunjukan bahwa aku menyukai kebudayaan Jepang.

Dan kemarin, sehari sebelum azusa bolos TK, aku pikir akan ada argumentasi lagi. Tapi ternyata suami lupa sehingga ia bertanya, “ lho, kenapa besok Azusa libur ?”

“ Hari ini ada oniwaaa sotoooo…” kataku sambil di lucu lucukan. Entah lucu atau tidak yang jelas dia tidak komentar apa apa. Dan aku pun mengalihkan topik.

Pfff….. lega sudah melalui hari ini tanpa menghadapi argumentasi yang sama dengan suamiku.

Semoga Allah selalu menolongku, dan juga menolong sahabat sahabatku dengan masalah yang sama. Insya Allah.

Tokyo, satu tahun telah berlalu dari masa itu.

www.zusa14.multiply.com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Ketika Asa Berbuah Nyata

Kamis, 12/02/2009 08:16

Lelaki dan Kesetiaan

Rabu, 11/02/2009 13:51

Optimis akan Jaminan Rezeki dari Allah

Selasa, 10/02/2009 07:42

Demi Menjaga Mata dan Hati Kita

Senin, 09/02/2009 07:58

Pak Salman Pemimpin Impian

Jumat, 06/02/2009 13:39

Oase Iman Lainnya

Trending