Senin, 17 Rabiul Awwal 1443 H / 25 Oktober 2021

Rasul Menangis Ketika Hilangnya Pejuang Yang Gugur Di Medan Perang

Eramuslim.com – Sahabat yang satu ini memiliki panampilan fisik atau rupa yang buruk sehingga jarang ada yang mau mendekatinya.

Dia adalah sahabat yang bernama Julaibib , salah satu pejuang perangnya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Sementara Julaibib  dikucilkan banyak orang, akan tetapi lain halnya dengan Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wassalam, ia tetap diperlakukan sama seperti yang lainnya.

Suatu ketika Rasulullah pernah bertanya kepadanya dengan lembut sambil tersenyum “Tidakkah engkau berkeinginan untuk menikah?” tanya Nabi.

Julaibib menjawab sambil tersenyum “Siapa yang mau menikahkan putrinya dengan diriku Ya, Rasulullah ?” Lalu rasulullah menjawab dengan senyuman.

Hari berikutnya, Nabi mengajukan pertanyaan yang sama seperti hari sebelumnya, dan mendapatkan jawaban yang sama pula darinya.

Akhirnya Nabi membawanya menemui pembesar anshar yang memiliki putri yang cantik dan salihah, namun tawaran itu ditolaknya. Akan tetapi, putrinya tidak ingin menolak permintaan Rasulullah . Ia pun berkata “Dan demi Allah, karena Rasulullah yang meminta maka tidak akan ada kerugian dan kehancuran bagiku,” katanya. Mendengar perkataan tersebut lalu Rasulullah  pun berdo’a,

“Ya Allah limpahkan kebaikan atasnya, dengan kelimpahan yang penuh berkah. Jangan Engkau jadikan hidupnya susah dan bermasalah”.

Kemudian menjelang hari pernikahannya dengan perempuan cantik tersebut, ia ikut perang dengan Rasulullah.

Ketika di medan perang, pada akhir pertempuran, Nabi Muhammad bertanya kepada para Sahabat “Apakah kalian kehilangan seseorang?”, tanya Nabi. “Tidak Ya Rasulullah” serempak Sahabat  menjawab.

Sepertinya Julaibib memang tidak berarti di mata mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, tanya Rasulullah kembali. Kali ini wajahnya merah, “Tidak Ya Rasulullah”. Sebagian menjawab dengan cemas dan saling menoleh. Rasulullah  menghela nafasnya, kemudian berkata “Tetapi aku kehilangan Julaibib , katanya. Para Sahabat tersadar, kemudian Nabi meminta mereka untuk mencarinya,

“Carilah Julaibib !”, tegasnya.

Setelah ditemukan, Ia ternyata dalm keadaan sudah tidak bernyawa. Sedangkan di sekitar jasadnya, ada tujuh jasad musuh telah ia bunuh.

Rasulullah dengan tangannya sendiri mengkafaninya. Lalu Beliau menshalatkannya dan berdoa “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya”, kata Nabi dalam doanya.

Setelah selesai dimakamkan, Rasulullah  sempat menangis hinga menetes air matanya.

Melihat kejadian itu Sahabat lantas bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah , Mengapa engkau menangis di pusara orang yang baru dimakamkan ini?” tanya Sahabat  kepadaRasulullah.

Kemudian dijawabnya “Aku menangis, karena aku teringat hari ini dia memintaku untuk merestui pernikahannya. Semestinya hari ini dia tengah bahagia bersama istrinya. Namun sekarang ia telah tiada”, Pungkasnya.**(Mantrasukabumi)

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Belajar Dari Khabib dan Isterinya

Sabtu, 31/10/2020 08:05

Oase Iman Lainnya

Trending