Kamis, 6 Jumadil Awwal 1444 H / 1 Desember 2022

Terima Kasih Kak Amah…

Nama lengkapnya Salamah. Perawakannya kecil-kurus, sesuai dengan umurnya yang baru beranjak menuju angka enambelas. Datang dari desa Sungai Batung di Pedalaman Kalimantan Selatan menuju Sengata demi sebuah pekerjaan yang sejak lama di inginkannya. Harapannya hanya satu, ingin membantu meringankan beban orang tuanya di kampung.

“Kak Amah” adalah panggilan sayang kami untuknya. Ia adalah satu dari dua orang ‘deputy’ saya, yang bertanggung jawab penuh menemani dan mengawasi anak-anak selama saya di tempat kerja. Alif, anak sulung saya adalah ‘pekerjaan’ utamanya, selain pekerjaan rumah yang lainnya. Bulan ini genap setahun sudah ia menjadi bagian dari keluarga kami.

Dedikasinya untuk Alif, sungguh tidak kami ragukan. Pernah suatu kali, Alif terjatuh dari jembatan di depan rumah, yang tepat dibawahnya ada kolam. Melihat itu, tanpa pikir panjang kak Amah langsung menceburkan diri. “Saya takut Alif kenapa-napa. Lupa kalo kolamnya dangkal” ujarnya. Rasa khawatir yang sangat membayang di wajahnya. Sedangkan Alif yang terjatuh malah ketawa-ketiwi, kegirangan bisa main air.

Di sela waktu, saya paling suka mendengarkan ceritanya. Bagaimana kehidupan dan kebiasaan orang-orang di kampungnya, tentang keluarganya, sampai tentang pekerjaan menurih (menyadap pohon karet) yang sejak kecil biasa ia lakukan, adalah kebanyakan dari episode yang dibaginya pada saya. Kadang membuat tawa, namun beberapa kali mengundang kabut menyelimuti mata karena rasa haru yang tercipta.

Di sela pekerjaannya yang segunung, kak Amah kerap mampu menahan lapar-dahaga karena puasa sunnah yang dilakukannya. “Insya Alloh kuat. Sudah biasa…” begitu ujarnya menjawab tanya saya apakah ia akan ‘kuat’ dengan kondisi pekerjaannya. Tapi memang benar, tidak pernah saya melihat ‘penurunan kualitas kerja’, atas puasanya itu. Subhanalloh…., salut untuk kak Amah atas kebiasaannya tersebut! Insya Alloh menjadi cambuk bagi kami yang lain untuk lebih membiasakan diri melakukan sunnahNya.

Bagi kami sekeluarga, kak Amah bukan sekedar khadimat. Ia adalah teman, sahabat, keluarga, yang kehadirannya selalu kami harapkan. Yang dari bantuanjemarinyamembuat beban menjadi ringan. Semoga Alloh SWT memberikan banyak pahala atas jasa baiknya untuk segala bantuan yang telah dilakukannya untuk kami. Amiin.

* Untuk kak Amah, terima kasih banyak atas segala keikhlasannya untuk kami yaa…
http://yunnytouresia.multiply.com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Cinta yang Hilang

Selasa, 04/03/2008 05:47

Mengaktifkan Pengurus Masjid

Selasa, 10/02/2009 12:52

Islamic Quotes #79

Senin, 29/08/2011 17:55

Salah Paham tentang Mihnah

Senin, 12/07/2010 08:10

Nabi Muhammad Buta Huruf

Rabu, 16/05/2007 10:00

Bahaya Tidur Sehabis Sahur

Senin, 04/05/2020 11:15

Baca Juga

Rujak Mangga di Muscat

Jumat, 02/05/2008 15:30

Iri kepada Si Fakir?

Jumat, 02/05/2008 05:55

Bilamana Kita Berzakat

Kamis, 01/05/2008 16:22

Keajaiban Sedekah dan Rezeki

Kamis, 01/05/2008 06:07

Kembalinya Sang Sutradara

Rabu, 30/04/2008 13:14

Kearifan Penjual Kue Pukis

Rabu, 30/04/2008 06:17

Merenda Kasih Ibu

Selasa, 29/04/2008 03:54

Oase Iman Lainnya

Trending