Sabtu, 14 Muharram 1444 H / 13 Agustus 2022

Tetaplah Berbuat Baik

Oleh: Syaripudin Zuhri

Sejarah?  Buat apa sih belajar sejarah? Itukan masalah masa lalu yang sudah lama terkubur. Apa lagi sejarah islam, masihkah ada yang membaca sejarah islam? Jika masih mengapa Islam masih saja terpuruk dan mau saja ummat Islam, terutama di Timur Tengah “diadu domba sedemikian rupa, sehingga diantara mereka tak henti-hentinya saling  bunuh! Diantara mereka saling membantai dan saling mengebom satu sama lain, sehingga korban semakin banyak yang berjatuhan, dan yang terbunuh itu sesama ummat Islam sendiri!

Adakah yang menarik belajar sejarah Islam masa lalu dan sejarah Islam modern atau sejarah masa kini? Jangan lupa,  sejarah itu selalu berdimensi tiga, masa lalu, masa kini dan masa datang. Yang lalu sudah menjadi sejarah dan yang sekarang akan menjadi sejarah masa depan,  dan di masa depan akan juga berlalu seiring perjalanan waktu, dan itu juga akan menjadi sejarah, makanya tak ada manusia yang hidup tanpa sejarah, tak ada manusia yang berada di luar sejarah, semua sedang berjalan atau berada di dalam sejarahnya masing-masing,termasuk ummat Islam. Dan sejarah ummat Islam bergerak seperti gerak gelombang, turun naik, bahkan lenyap!

Coba lihat , sebagai contoh, ketika Islam begitu maju di Spanyol (711-1492) tak kurang dari tujuh sampai delapan abad Islam berkembang dan jaya, sampai berakhirnya Perang Salib, maka tamatlah Islam di Spanyol, dan yang tinggal hanya puing-puing budaya Islam, jikapun ada peninggalan Islam, sekarang ini si Spanyol, hanya menjadi  atau dijadikan  museum!  Islam pernah jaya di Spanyol dan Islam lenyap di Spanyol, hal tersebut bisa saja terjadi di tanah air, Indonesia.

Jika ummat Islam di Indonesia tak mampu mempertahankan Islam. Islam memang tak akan lenyap di muka bumi, tapi siapa yang bisa menjamin Islam tak akan lenyap dari Indonesia? Bila Islam diserang dengan budaya tentu dilawan pula dengan budaya, karena kalau dengan kekerasan dan menyerang budaya Barat dengan penghancuran, misalnya, maka yang terjadi adalah serangan balik yang dasyat melalui media, bahwa Islam agama kekerasan, teroris, fundamentalis dan lain sebagainya.

Sehingga bila terjadi pemboman, yang terjadi di negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang menjadi tuduhan pertama kali, walau belum diadakan pembuktian, langsung tuduhan itu kepada Islam! Katanya bukan memerangi Islam, tapi yang dituduh selalu pihak Islam, yang dihancurkan negara-negara yang penduduknya rata-rata beragama Islam, lihat Irak, Afganistan, Mesir, Libya dan lain sebagainya.

Itulah menariknya belajar sejarah, apa lagi sejarah Islam, sejarah tentang agama kita yang sekarang sedang menjadi bulan-bulanan sejarah modern, agama kita sedang dibuat hancur lebur oleh musuh-musuh Islam atau orang-orang yang membenci, Islam sekarang bukan hanya dimusuhi oleh individu-individu, tapi juga oleh lembaga-lembaga yang merasa terhormat, coba anda lihat sendiri.

Islam dihujat di mana-mana, yang tak lupa dalam ingatan kita adalah dengan film berdurasi 15 menit, dengan judul ” Fitna “, Nah tugas berat  kita semua  sebagai  muslim, yang mau tidak mau membawa citra Islam, sedang menanti dan berusaha menjelaskan dengan berbagai cara, ya lisan, ya tulisan, ya perbuatan dan sebagainya.
Sedih memang Islam yang sedang dihujat, dipojokan dan sebagainya. Ya salah satu caranya dengan menghancur leburkan budaya Islam , seperti Valentine Day, April Mop dan lain lain, karena mereka menyadari, menghancurkan dengan senjata, mesti akan mendapat perlawanan yang hebat, dengan jihad! Nah kalau jihad, tak akan pernah berhenti, karena jihad bukan dinilai menang atau kalahnya di dunia, tapi usahanya, ikhtiarnya, prosesnya, jadi bukan nilai akhir, tapi proses itu sendiri yang dinilai

Ya saya, setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa  untuk penghancuran Islam dengan jalan budaya,  mereka jadikan   Valentine Day,  April Mopnya, tahunbaruan dan lain sebagainya , sebagai misal, walau itu hanya alat, tapi bagi mereka yang penting, umat Islam ikut tidak terhadap  apa yang mereka gagas, ikut tidak apa yang mereka besar-besarkan atau yang mereka rayakan atau dijadikan kebiasaan, itu dulu.

Kalau umat Islam sudah mudah ikut akan budaya mereka, mudahlah yang lain. Intinya, di buat begitu banyak istilah atau acara-acara yang kelihatannya menarik, dengan target pemuda –pemudi Islam, itulah sasaran sesungguhnya mereka, ya kita yang tua-tua sudahlah, tapi yang muda yang akan manjangkau hari depan itulah yang menjadi sasaran yang empuk, sasaranya adalah JAUHILAH PEMUDA-PEMUDI ISLAM DARI KEGIATAN KEAGAMAAN, DEKATKAN MEREKA KE VALENTIN DAY, KE HURA-HURA DAN LAIN SEBAGAINYA. JAUHKAN PEMUDA-PEMUDI I ISLAM DARI AJARAN AGAMANYA, JAUHKAN MEREKA DARI AL QUR’AN DAN SHOLAT!
Itulah tujuan mereka yang sesungguhnya, makanya siapapun yang  menjadi orang tua , yang anaknya sedang menginjak remaja, tantangan ke depannya sangat berat, karena orang tua  berkewajiban untuk tetap menjaga akidah/tauhid anak-anaknya masing-masing, karena merekalah yang menjadi sasaran yang sesungguhnya dari berbagai perayaan yang di buat oleh pihak “lain” yang ingin menghancurkan generasi Islam, inilah tantangan sejarah modern Islam. Inilah yang harus tetap menjadi catatan bersama, generasi muda Islam yang sedang membuat sejarah Islam, disadari atau tidak, merekalah yang akan menjadi pemimpin-pemimpin Islam di masa depan.

Maka bila mereka bisa dihancurkan dengan budaya, siap-siaplah Islam akan lenyap di Indonesia! Lalu apakah tetap menyuarakan Islam ketika Islam menjadi sasaran hinaan, caci maki, dana menjadi pihak yang selalu tertuduh dalam segala macam kejahatan atau pengancuran yang dilakukan oleh ormas tertentu yang katanya membela Islam, tapi merusak cira ummat Islam. Karena bila kerusakan-kerusakan dilakukan oleh ummat Islam,  itu akan menjadi sasaran yang empuk untuk diberitakan dan dibesar-besarkan, walau mungkin saja kejadiannya kecil.

Dan itu sudah menjadi rahasia umum, kalau ada yang terbunuh atau mati dipihak “mereka”, maka mereka dengan corong-corong TV yang mereka miliki seperti CNN, Euronews dan lain sebagainya akan memberitakan berulang-ulang dan terus menerus, tapi ketika pembaataian terjadi pada ummat Islam di Irak, Paletina, Mesir, Libya dan lain sebagainya, mereka bisa bungkam seribu bahasa.

Akankah terus  berjuang di jalan dakwah, ketika para pembawa kebenaran seringkali dipojokan dengan berita-berita  yang  menghinakan, menyakitkan atau sengaja menyudutkan para pembawa risalah? Akankah terus berbuat baik, sementara orang yang berbuat baik atau berusaha mempertahankan syariat Islam sering “dipojokan”, dihinkan, dihujat, dicacimaki dan lain sebagainya.

Atau memang begitu nasib para pemebawa risalah, para pembawa kebenaran, selalu manjadi bahan hujatan, hinaan dan lain sebagainya. Dan kalaupun ada yang berjuang dengan tulisan atau dengan kata-kata, maka inipun tak luput dari hinaan” Ah … lu kan hanya omong doang!”,” lu kan Cuma nulis dong!” , “ apa yang telah kau perbuat dengan Islam, tak ada!” Begitu banyak cap yang dikeluarkan, akankah terus bediam diri dan lalu lenyap di telan bumi?

Jika memang itu yang terjadi atau hal itu memang sedang terjadi, tetaplah berbuat baik, walaupun mungkin kita dihina, dimaki ataupun disakiti. Tetaplah memaafkan, walau mungkin kita yang disalahkan! Yakinlah setiap kebaikan akan mendapat balasan dariNya, walau hanya setetes air, walau hanya sebutir kurma, walau hanya sepotong roti atau hanya nasehat seayat saja!

Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amal baik hambaNya, Allah tidak pernah menganiaya hambanya. Setiap kebaikan, walau hanya sebutir biji sawi atas seberat atom, akan tetap bernilai dan akan mendapat balasan dariNya (lihat,  Az Zalzalah: 7-8) , bukan setimpal tapi bisa berkali-kali lipat, bahkan tak terhitung banyaknya balasan amal baik.

Ikhlaslah, karenaNya semata. Dia akan memperhitungkan amal perbuatan kita, dengan caranya sendiri dan membalasnya dengan perhitunganNya sendiri. Jangan pernah mengatur Allah, setiap kebaikan pasti ada balasannya, asal karena Allah semata, bukan karena ria. Balasan dari Allah terkadang tak terduga, banyaknya juga diluar perkiraan kita. Maha Suci Allah dari perbuatan sia-sia. Dia tidak main-main menciptakan alam ini, Dia tidak main-main dalam memerintahkan untuk berbuat baik, Dia akan memberikan ganjaran bagi orang yang beriman dan beramal sholeh.

Diskusi ini mungkin menarik, tapi sekian dulu, lain kali di sambung lagi, dalam kajian Islam itu selalu menarik untuk dicermati, tapi tolong sesama muslim jangan saling mengkafirkan ketika berdiskusi. Jangan lupa,  ketika menuduh sesama muslim kafir, ketika tuduhan itu tak benar, maka tuduhan itu kembali kepada orang yang menuduh!  

Pendapat boleh berbeda, kepala boleh panas, tapi tetap hati harus dingin dan tetap bijak menanggapi setiap masalah dan jangan lupa  kalau salah dalam ijitihad dan diskusi, kita masih dapat satu nilai, tapi kalau benar dapat dua, asal niatnya adalah mencari ridho Allah SWT. Ingat, kebenaran buatan manusia itu sangat relatif, siapapun orangnya, siapapun tokohnya, sekaliber apapun jangkauan ilmunya, seberapapun banyak titel dan pangkatnya, pendapatnya tetap relatif, tak mutlak benar, pendapat atau kebenaran yang mutlak hanya dari Allah dan Rosulnya. Jadi, jikapun anda benar, jangan mengkafirkan saudara sesama muslim, jangan lupa, mereka tetap saudaramu, saudara kita juga! Tetaplah berbuat baik, berkata baik, dan jangan kau kafirkan saudaramu sendiri.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Memuliakan Kedua Orangtua

Rabu, 17/04/2013 13:00

Menjadi Hafidz Qur’an, Mungkinkah?

Selasa, 16/04/2013 13:09

Kisah Penyelam Ulung

Senin, 15/04/2013 09:17

Keadilan Ilahi

Minggu, 14/04/2013 11:49

Semua ada Hikmahnya

Jumat, 12/04/2013 07:33

Lidah itu Raja

Kamis, 11/04/2013 07:23

Oase Iman Lainnya

Trending