Kamis, 2 Rabiul Awwal 1444 H / 29 September 2022

Damailah Seperti Desaku

"Berbuat baiklah kepada orang-orang jahat
karena merekalah yang paling banyak
membutuhkan kebaikan.”

Ashleigh Brilliant, penulis Inggris

Senja ini, mungkin dua hal sudah cukup bagiku. Secangkir teh dan doa tulus agar negeri ini kembali damai. Seperti desaku. Ya, seperti desaku. Jujur, hari-hari ini saya agak risau dengan beragam kekerasan yang terjadi di negeri ini. Penembakan orang yang dituduh teroris secara semena-mena, walau belum terbukti kesalahannya, bentrokan antar warga di Kalimantan, kekerasan berbau premanisme di Jakarta, dsb.

Entah, ini fenomena apa.

Pakar sosial (William Chang) di media massa mengatakan bahwa kekerasan yang melanda kita sehari-hari ini disebabkan karena “Frustasi sosial”. Orang cenderung melihat hidup tak lagi mempunyai makna. Hidup orang lain cenderung dinilai sangat murah, sama sekali tak dihargai martabatnya sebagai manusia.

Frustrasi sosial yang melanda sebagian rakyat itu, kata William, disebabkan menurunnya kualitas pendidikan kemanusiaan, baik di keluarga, sekolah, maupun di masyarakat. Di sisi lain, penegakan hukum yang tak konsisten telah mendorong sebagian masyarakat tidak lagi menghiraukan hukum

Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono melihat, maraknya aksi kekerasan massa dipicu oleh terlalu seringnya tokoh bangsa berantem dan berdebat tanpa ujung di media massa, khususnya televisi.

”Dalam teori psikologi, ada namanya teori modeling. Ilustrasinya, jika anak kecil diberi tayangan film yang di dalamnya ada adegan memukuli boneka, saat anak itu diberi boneka, ia akan ikut-ikutan memukuli boneka. Jika di film itu bonekanya dibelai dengan kasih sayang, si anak itu juga akan membelainya dengan kasih sayang,” katanya di sebuah media nasional.

Itu contoh analisis para pakar.
Tapi nyatanya kekerasan masih saja kerap terjadi.
Kenapa?

Lirih, senja ini saya mendendang lagu “Tuhan Maha Cinta” Nidji

……Perangi neraka di dalam hatimu,
Damaikan jiwamu dengan cinta Dia….

Meresap. Menyejuk.
Lalu, saya merenung. Saya orang biasa.
Tak cukup berkuasa untuk merubah keadaan.
Hanya saya bermimpi, andai negeri ini damai seperti desaku.

Ya. Desa itu berada di lereng Merapi Magelang, tepatnya Talaman. Penduduk mayoritas muslim. Namun, di pojok desa bertengger gereja. Cukup besar. Juga, ada rumah khusus para suster. Tapi, hidup mereka damai. Tak penah cek cok. Tak pernah ada kekerasan bahkan bakar-bakaran. Yang nampak adalah harmoni, dan perbedaan justru membuat mereka dewasa.

Saya bayangkan negeri ini semacam itu.

Tuhan menciptakan negeri ini begitu ragam. Suku, agama, budaya, keyakinan, adat istiadat. Semua tahu ini kekayaaan kita. Masalah, pasti muncul dalam negeri yang beragam itu. Hanya saja, kekerasan untuk penyelesaiaan masalah bukan jawaban. Dan dendam, selamanya tak pernah menjadi jalan keluar.

Terkesan naif. Tapi begitulah adanya. Mungkin, cara terbaik untuk mewujudkan kedamaiaan mula-mula mendamaikan hati kita masing-masing. Membuka hati untuk berdialog dengan keadaan, bukan dengan kekerasan. Dengan begitu, harapannya kita tak menyaksikan lagi orang-orang mati sia-sia. Memang mudah dikatakan tapi perlu kesungguhan untuk mempraktekkan.

Begitulah. Saat ini saya begitu rindu kedamaian. Damailah negeri ini, seperti desaku. Juga, kedamaiaan, dalam hatimu. Selalu. []

*Yons Achmad. Penulislepas, tinggal di Jakarta

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Hijrah Menjadi Sebuah Pilihan Hidup

Kamis, 17/12/2009 10:00

Wak Kaji Mabur

Rabu, 11/11/2009 14:13

Niat Mandi Junub dan Tata Caranya

Kamis, 05/04/2007 05:09

KKN Peduli Bencana

Rabu, 21/06/2006 06:17

Suami Pilihan

Selasa, 13/04/2010 13:27

Baca Juga

Empat Kata Penambah Rasa Cinta

Sabtu, 02/10/2010 12:08

Kenapa Rokok (Tidak) Haram?

Jumat, 01/10/2010 07:23

Awas Pendusta Agama!

Kamis, 30/09/2010 07:28

Santun Dalam Beramal

Rabu, 29/09/2010 13:51

Belajar Dari Orang Gila

Rabu, 29/09/2010 06:55

Menyapa dan Tersenyum

Selasa, 28/09/2010 13:22

Suatu Hari Di Ruang No Smoking

Selasa, 28/09/2010 07:05

Oase Iman Lainnya

Trending