Sabtu, 14 Muharram 1444 H / 13 Agustus 2022

Anakku Kurang Konsen Dalam Belajar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Anak saya berumur 8 tahun jalan, sekarang naik kelas II SD. Sejak masuk TK anak saya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah selalu lambat dan seringkali tugas tidak terselesaikan. Bukannya tidak mampu dalam mengerjakannya, tapi seringnya bermain di tempat atau istilah menurut saya tidak konsentrasi dalam belajar. Misal : Mengerjakan tugas Bhs. Indonesia, untuk mengerjakan tugas 1 nomor saja anak saya butuh waktu kurang lebih 1 jam. Demikian kira-kira gambaran atas permasalahan anak saya, saya mohon kepada Bunda, solusi apa dan bagaimana cara agar anak saya dapat/mampu mengerjakan tugas baik disekolah maupun dirumah dengan segera, tidak mengulur-ulur waktu. Perlu diketahui Bunda, anak saya tidak dapat duduk tenang mengerjakan tugas atau selalu bergerak (aktif). Atas segala bantuannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Moch. Evrial

Jawaban :

Assalammu’alaykum, Bpk. Moch. Evrial yang dimuliakan ALLOH, mengenai anak bapak yang tidak konsentrasi ada beberapa kemungkinan pak. Bagi anak lelaki, saya perhatikan banyak anak lelaki yang memang kurang konsentrasi dalam mengerjakan tugas yang sifatnya menuntut ‘keseriusan’ seperti menulis, mengerjakan soal satu persatu, membaca soal, membuat titik-titik, menyusun biji-bijian satu persatu. Wah bagi anak-anak lelaki yang boy banget (istilah saya bagi anak laki-laki yang hormon androgennya (hormon laki-laki) dominan), maka sifat kelaki-lakiannya jelas timbul, dia tak bisa duduk tenang, dia tidak tertarik melakukan pekerjaan yang serius yang menurutnya sangat membosankan dan tidak ada tantangan.

Bagi anak seperti itu sebaiknya dimasukkan sekolah alam, atau bapak berikan suatu metode pembelajaran yang sifatnya lincah dan membuat motorik si anak bergerak dan bangkit. Kalau tidak, yah mesti menunggu sampai usia 10 tahun lebih, ketika kesadarannya timbul sendiri untuk mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan keseriusan, atau kalau bapak sabar, begini pak, ajak anak bapak bicara, lalu tekankan betapa pentingnya bagi dia sebagai seorang ‘satria’ atau ‘anak lelaki yang hebat’ menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, lalu bila sudah selesai janjikan suatu kegiatan yang menantang misal : outbond atau perlombaan lari pakai bakiak, atau main bola dengan angkat kaki satu, yah permainan-permainan yang membuatnya merasa mendapatkan tantangan dan membuatnya bergerak (aktif).

Memang sebagai seorang guru zaman sekarang diperlukan berbagai metode pengajaran yang membuat anak tertarik untuk mengerjakan misal; sebelum mulai menulis, si anak disuruh untuk mengambil card sebanyak-banyaknya yang ada kosa kata dalam pelajaran bahasa indonesia yang tengah dipelajari, jika saat itu sedang membahas huruf capital, maka carilah kartu yang ada huruf capital sabanyaknya dalam sebuah kotak yg disediakan gurunya, berebut dengan kawannya dalam hitungan waktu. Setelah selesai, maka ajak anak-anak untuk membuat pekerjaan soal demi soal satu persatu dan juga dilombakan "ayo, siapa yang bisa mengerjakan soal no 1 sampai 3 dengan cepat, maka dialah satria no 1 pada hari ini," maka berlombalah si anak menjadi pemenang dan mengerjakan dengan cepat. Kemudian dalam membuat soal juga sebaiknya jangan langsung banyak, misal langsung 10 soal, sebaiknya 3 soal dahulu, berhenti, kemudian mulai lagi 3 soal, dan seterusnya. Kemudian bila di kelas si anak belum selesai, katakan bahwa sebagai seorang ksatria/mujahid /pahlawan islam/hero, maka si anak wajib mengerjakan soal dengan cepat dan baik. Kalau besok berjumpa dengan gurunya, baik sekali bila guru memberikan apresiasi pada anak yang telah mengerjakan soal, walau hanya berupa stiker kecil atau kertas origami bergambar bintang ditempel dibukunya, atau sekedar gambar orang lagi senyum. Dan jangan lupa tulis disampingnya; Good boy !!

Selamat berjuang pak, bapak ibu yang perhatian karena ALLOH pasti berhasil, percayalah, hanya yang tidak boleh atau kurangkanlah bila tak dapat adalah : marah dan memukul, jangan sampai mereka membenci kita dan membenci pelajaran yang menurutnya sumber kemarahan orangtuanya padanya. Upaya terakhir pak, cobalah dengan bercerita mengenai seorang pangeran atau mujahid islam yang berhasil memenangkan pertarungan karena masa kecilnya rajin belajar, seperti tokoh Muhamad Al Fateh. Selamat dan suksess ya pak.

Wassalammu’alaikum.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Ijin Mengcopy Artikel

Minggu, 10/01/2010 07:07

Impian Membangun Sekolah Islam

Kamis, 07/01/2010 07:07

SD INKLUSI

Rabu, 06/01/2010 07:07

Belajar Bagi Anak

Senin, 04/01/2010 07:07

Menyekolahkan Anak Terlalu Dini

Senin, 21/12/2009 07:07

Konsultasi Pendidikan & Keluarga Lainnya

Trending