Senin, 3 Zulhijjah 1443 H / 4 Juli 2022

Status Puasa Ketika dalam Pesawat 18 Jam Perjalanan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pada Ramadhan kali ini, saya mendapat tugas dari kantor untuk training selama 2 minggu ke sebuah negara Eropa.

Menurut jadwal yang ada keberangkatan saya (menggunakan pesawat terbang) pada hari Senin, pukul 20:00 WIB (GMT+7) dan sampai di Eropa hari Selasa pukul 06:00 waktu setempat (GMT+1).

Kepulangan saya berangkat dari Eropa hari Kamis pukul 22:00 waktu setempat (GMT+1) dan sampai di Jakarta hari Jum’at pukul 19:30 WIB(GMT+7).

Walaupun ada keringanan untuk tidak berpuasa selama dalam perjalanan, tapi saya berniat untuk tetap berpuasa.

Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Dalam keberangkatan ke Eropa, apakah ketika sampai di sana saya bisa meneruskan berpuasa dengan sebelumnya sahur di pesawat dengan mengikuti waktu Eropa (GMT+1)?

2. Apakah dalam kepulangan dari Eropa, saya sahur dahulu sebelum berangkat, kemudian selama di pesawat saya berpuasa dan ketika sampai di Jakarta (GMT+7) saya berbuka bisa dianggap sebagai puasa pada hari Jum’at di Jakarta?

3. Perlukah saya mengganti puasa di bulan Syawwal untuk pertanyaan no. 1 dan no. 2 walaupun saya sudah berusaha berpuasa (khawatir dengan kesempurnaan)? Atau cukupkah dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal bisa menyempurnakan puasa saya selama perjalanan pergi dan pulang tersebut?

Jazakumullah Khairon Katsiron atas kesempatan untuk menjawab pertanyaan ini, semoga Allah SWT membalas kebajikan yang anda perbuat dengan balasan yang berlimpah.

-Abdulah-

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang dijadikan acuan dalam menentukn jadwal berpuasa adalah keadaan alam yang disaksikan oleh pelaku. Maksudnya, waktu Shubuh dan waktu Maghrib yang berlaku pada diri seseorang adalah yang secara real dialaminya. Bukan berdasarkan jadwal puasa pada tempat asal atau tempat tujuan, sementara dirinya tidak ada di tempat itu.

Anda boleh makan sahur selama anda belum mengalami masuknya waktu shubuh. Boleh anda perkirakan atau malah sebaiknya anda tanyakan kepada awak pesawat, di mana dan kapan kira-kira anda akan memasuki waktu shubuh.

Maka patokannya bukan jadwal shubuh di negeri tujuan, juga bukan negeri asal, tetapi negeri di mana pada saat itu anda berada. Boleh jadi anda masih ada di atas Laut Merah atau Laut Mediterania, pada saat masuk waktu shalat shubuh.

Begitu anda sampai di negara tujuan, berbuka puasalah sesuai dengan jadwal puasa negeri setempat.

Sangat dimungkin dengan adanya perjalanan ini, masa berpuasa anda akan semakin singkat atau semakin panjang. Meski pun lamanya terbang anda relatif sama, antara pergi dan pulangnya. Tetapi karena jadwal puasa di tiap negara berbeda-beda, maka masa puasa anda sendiri otomatis ikut berbeda.

Tetapi yang selalu harus anda perhatikan, mulailah berpuasa sesuai dengan jadwal puasa di mana anda berada dan berbukalah sesuai dengan jadwal buka puasa di mana anda berada.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Tampil Modis, Tapi Tetap Islami

Kamis, 22/07/2010 19:12

Obama: Sambut atau Tolak?

Kamis, 11/03/2010 13:49

Bayang-bayang

Minggu, 07/12/2008 06:53

Harta dan Anak Menjadi Fitnah

Selasa, 30/06/2015 09:10

Pendidikan Jihad Komprehensif

Senin, 02/03/2009 09:02

Ingin Selalu Pergi ke Masjid

Minggu, 15/03/2009 09:54

Habbattusauda Untuk Maag ??

Minggu, 07/06/2009 09:45

Baca Juga

Cara Niat Puasa

Rabu, 27/09/2006 15:20

Ramadhan Vs. Syaithan Laknatullah

Kamis, 21/09/2006 08:41

Berpuasa dalam Musim Dingin?

Selasa, 19/09/2006 17:34

Puasa Lainnya

Trending