Jum'at, 18 Zulqa'dah 1441 H / 10 Juli 2020

Waktu Shalat Dhuha dan Kesempurnaan-kesempurnaan di Dalamnya

Dalam Islam, sholat diposisikan sebagai pondasi dalam agama. Karena  sholat adalah penghubung antara hamba dengan Tuhannya. Maka tiada agama bagi orang yang tidak mengerjakan sholat.

Selain sebagai pondasi agama, sholat merupakan ibadah yang dalam kedudukannya tidak dapat ditandingi oleh ibadah lainnya.

Shalat dalam Islam merupakan rukun ke-2 dari 5 rukun Islam. Maka, mengerjakannya pun merupakan sebuah kewajiban bagi kaum Muslimin.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله  يقول: “بُني الإسلام على خمسْ: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت من استطاع إليه سبيلاً

Dari Ibn Umar R.A berkata: Saya mendengar Rosululloh bersabda: Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan solat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke baitullah bagi yang mampu. (HR. Bukhari: 7)

Shalat itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, baligh, berakal, baik laki-laki maupun perempuan. Shalat juga termasuk ibadah yang pertama diwajibkan Allah kepada Muhammad, perintah shalat turun di Makkah sebelum hijrah Nabi ke Madinah di tahun ketiga kenabian dalam masa Isra’ Mi’raj.

Dalam Islam, sholat fardhu dikerjakan 5 waktu dalam sehari. Selain sholat fardhlu juga terdapat sholat lain yang merupakan sholat sunnah. Di antaranya adalah sholat Dhuha yang akan kita jabarkan sebagai berikut:

Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Shalat dhuha juga merupakan shalat sunnah yang istemewa, karena di dalam sholat dhuha terdapat banyak manfaat dan keutamaan. Shalat dhuha dikenal sebagai shalat sunnah untuk kelancaran rizki dari Allah SWT.

Selain itu, shalat dhuha juga memiliki keutamaan lain di antaranya adalah Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang shalat Dhuha.

Seperti yang disebutkan dalam kitab Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah karangan Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: ( من حافظ على شفعة الضحى – أي ركعتي الضحى – غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر ) (رواه الترمذي)

Dari Abu Huraira R.A berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Yang kedua, Allah SWT mengampuni dosa-dosa mereka yang sholat Dhuha.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: ((لا يحافظ على صلاة الضحى, إلّا أوّب)). (رواه الطبراني)

Dari Abu Huraira R.A berkata: Rasulullah bersabda: “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. At-Thabrani).

Yang ketiga, orang yang menunaikan shalat Dhuha mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang Umrah di tanah suci. (HR. At-Thabrani).

عن أبي أمامة رضي الله عنه أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال: ((من خرج من بيته متطهِّرا إلى صلاة مكتوبة – أي مفروضة يصليها في المسجد – فأجره كأجرالحج المخرم, ومن خرج إلى تسبيح الضحى لا ينصبه إلا إياه – أي صلاة الضحى – فأجره كأجر المعتمر, وصلاة على إثر صلاة لا لغو بينهما,كتاب في علِّيِّيْن)).(رواه أبي داود)

Dari Abu Umamah R.A, Sesungguhnya Rasulullah  bersabda: Barang siapa keluar dari ruamahnya  menuju masjid, dalam keadaan suci untuk menunaikan shalat fardhu, maka akan diberi pahala seperti pahalanya orang yang sedang melakukan Haji. Dan barang siapa keluar untuk menunaikan shlat dhuha maka pahanya seperti ibadah umrah.

Yang keempat, Allah mencatat orang-orang yang mengerjakan sholat dhuha sebagai ahli ibadah dan juga sebagai orang yang taat kepada Nya.

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: قال رسول الله صل الله عليه وسلم: ((من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين, ومن صلى أربعا كتب من  العابدين, ومن صلى ستا كفى ذلك اليوم, ومن صلى ثمانيا كتبه الله من القانتين, ومن وصلى تثنتي عشرة ركعة بنى الله له بيتا في الجنة,وما من يوم ولا ليلة إلا لله منّ يمنّ به غلى عباده وصد قة, وما منَّ الله على أحد من عباده, أفضل من أن يلهمه ذكره)). (رواه الطبراني)

Dari Abu Darda R.A berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani)

Yang kelima, Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, yaitu pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah bagi orang-orang yang melanggengkan sholat dhuha.

عن النبي صل الله عليه وسلم أنه قال: ((إن في الجنة بابا يقال له: الضحى, فإذا كان يوم القيامة نادى مناد: أين الذين كانوا يديمون صلاة الضحى؟ هذا بابكم فادخلوه برحمة الله تعالى)).(رواه الطبراني)

Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Yang Keenam, Allah SWT mencukupi segala kebutuhan hambanya yang melaksanakan shalat Dhuha di hari itu dan semuanya keperluan nya ditanggung oleh Allah.

عن أبي درداء وأبي ذر رضي الله عنهما, عن رسول الله صل الله عليه وسلم, عن الله تبارك وتعالى أنه قال: ((يا ابن ادم, لا تعجزني من أربع ركعات من أول النها أكفك آخره)).(رواه الترمذي)

Dari Abu Darda’ R.A dan Abu Dzar R.A, Dari Rasulullah , Dari Allah SWT bersabda: “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Turmudzi)

Yang ketujuh, Allah menghitung pahala orang yang melaksanakan shalat dhuha sebagai pahala orang yang bersedekan untuk setiap persendian anggota tubuhnya.

عن أبي ذرّ رضي الله عنه عن النبي صل الله عليه وسلم قال: ((يصبح على كلّ سُلامى – أي عضو – من أحدكم صدقة, وكلُّ تكبيرة صدقة, وأمر بالمعروف صدقة, ونهي عن المنكر صدقة, ويجزىء من ذلك ركعتان يركعهما من الضحى)).(رواه مسلم)

Dari Abu Dzar R.A, Dari Nabi bersabda: “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Shalat ini disebut dengan shalat Dhuha karena sholat ini dikerjakan pada waktu Dhuha. Yaitu waktu dimana matahari terbit dan naik kurang lebih 7 hasta, sekitar pukul 07:00 pagi sampai menjelang tiba waktu dhuhur.

BACA JUGA: Waktu Terbaik Shalat Dhuha

Niat dan tata cara shalat dhuha

Setiap shalat pasti mempunyai perbedaan waktu, tata cara dan niat. Niat tidak harus diucapkan dengan lisan.

Adapun bacaan niat bagi yang melakukannya pada shalat Dhuha, adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُحَي رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ

Adapun bacaan dalam shalat Dhuha sama dengan shalat lain. Setelah niat dan takbiratul ikhram kemudian kita membaca surat al-fatihah dan surat pendek.

1. Niat, kemudian takbiratul ikhram.

2. Surat Al-Fatihah (bacaan wajib).

3. Surat pendek (bacaan sunnah/tidak wajib).

Bacaan surat pendek yang paling dianjurkan adalah: Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Selain itu, sunnah juga membaca surat As-Syams dan Ad-Dhuha

4. Setelah itu sama seperti tata cara dan bacaan shalat yang lain.

Adapun do’a yang dianjurkan dalam shalat Dhuha adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِين

Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku seperti apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami as-Shahih Al-Mukhtashar, Dar ibn al-Katsir, Beirut.
  2. Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki, Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah, Maktabah al-Malik Fahad al-Wathaniyah Atsna an-Nasyar, Madinah Al-Munawarah, Cet. II, 2000. 

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Sholat Dhuha Sesuai Sunnah Nabi SAW

Rabu, 21/08/2019 08:00

Shalat Lainnya

Trending