Jum'at, 3 Rabiul Awwal 1444 H / 30 September 2022

Edhy Prabowo, dari “Selokan” Berakhir di KPK

Gerindra, Prabowo, dan Saras.

Apa saja kerusakan merek ( brand damage ) akibat kasus Edhy Prabowo? Dan mengapa Hashim harus menyampaikan ucapan yang begitu keras?

Pertama, dalam jangka panjang, Hashim dan keluarga besar Hashim Djojohadikusumo harus menyelamatkan Gerindra.

Partai yang didirikan oleh Prabowo itu, bagaimanapun harus bertahan dan menjadi legacy keluarga.

Sejauh ini, Prabowo harus diakui berhasil membangun Gerindra menjadi kekuatan politik nomor dua terbesar di Indonesia.

Berbagai survei menunjukkan penerimaan publik terhadap Gerindra cenderung meningkat.

Kalau sampai gara-gara Edhy Gerindra hancur, harga yang dibayar amat sangat teramat mahal.

 

Kedua, Hashim juga harus mengamankan posisi Prabowo. Dia merupakan aset terbesar keluarga saat ini.

Kendati sudah dua kali sebagai capres, sekali sebagai cawapres, Prabowo tetap dianggap kandidat terkuat Pilpres 2024. Namanya tetap layak dijual.

Kasus Edhy jelas merusak reputasi Prabowo, dan akan sangat berpengaruh pada elektabilitasnya.

 

Ketiga, dalam jangka pendek ada kepentingan politik yang harus diselamatkan keluarga Hashim.

Rahayu Saraswati, putri Hashim dalam beberapa hari ke depan akan mengikuti Pilkada di Tangerang Selatan.

Kasus Edhy bisa dikapitalisasi oleh kompetitornya untuk demarketing dan menjatuhkan elektabilitas Saras.

Berbagai pertimbangan itu lah yang membuat Hashim harus bertindak.

Termasuk kalau perlu “melemparkan” kembali Edhy Prabowo ke dalam “selokan.” Cuma bikin sial! End

Penulis wartawan senior FNN.co.id.

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2Lihat semua

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

TENDA PUTIH YANG MALANG

Sabtu, 05/12/2020 14:00

Inikah Prolog Dajjal?

Kamis, 03/12/2020 12:13

Suara Pembaca Lainnya

Trending