Rabu, 16 Rajab 1444 H / 8 Februari 2023

Mengapa Rakyat Unjuk Rasa Besar Lagi Hari Ini?

Negara ini kelihatan dikelola seperti milik pribadi. Bahkan, mengelola milik pribadi pun tidak bisa semena-mena. Tidak bisa main tembak dan kemudian keluarkan stetmen bahwa penembakan harus dilakukan karena mengancam keselamatan petugas.

Indonesia selalu dikatakan negara hukum. Semua harus taat hukum. Semua penguasa mengatakan itu. Nah, sekarang hukumlah yang harus menjadi acuan untuk memastikan apakah pembunuhan 6 laskar FPI itu “lawful” (sesuai hukum) atau “unlawful” (melanggar hukum).

Siapakah yang berhak menentukan “lawful” atau “unlawful”? Jawabannya: hanya pengadilan. Dalam hal ini pengadilan HAM. Mengapa pengadilan HAM? Karena ada indikasi kuat tentang adanya pelanggaran HAM berat terhadap keenam laskar yang dibunuh itu. Hak hidup mereka telah dihilangkan dalam situasi yang penuh kejanggalan.

Itu pula sebabnya publik menuntut keras agar penyelidikan atas pembunuhan itu dilakukan oleh TPFI. Yang melibatkan banyak pihak dari berbagai latarbelakang. Hanya temuan dan kesimpulan TPFI-lah yang bisa dijadikan rujukan. Sebab, TPFI hampir mustahil akan membuat kesimpulan yang memihak ke siapa pun.

Jadi, sangat sederhana. Begitu pemerintah membentuk TPFI, publik pasti akan tenang. Tidak akan ada lagi yang curiga. Sangat baik bagi pemerintah, baik untuk Kepolisian dan sangat pas untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.[]

(Penulis wartawan senior FNN.co.id)

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2Lihat semua

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Kepenatan 30 Tahun yang Terobati

Minggu, 13/09/2009 13:59

Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

Rabu, 12/04/2006 11:28

Menata Emosi: Tetap Penuh Kasih

Kamis, 11/11/2010 13:38

Belajar Mengalahkan Ego Diri

Rabu, 20/06/2007 10:42

Mencari Sukses Pendidikan (1)

Minggu, 08/06/2008 22:20

Spirit Lebaran

Kamis, 18/10/2007 16:43

Baca Juga

Rakyat Mau Kepung Istana?

Kamis, 17/12/2020 14:01

UMUMKAN SEGERA PELAKU PENEMBAKAN 

Rabu, 16/12/2020 20:00

Suara Pembaca Lainnya

Trending