Senin, 16 Muharram 1444 H / 15 Agustus 2022

Pernyataan Sikap BKLDK : Hentikan Kebiadaban Israel dan Tolak Obama

Militer Israel dengan sangat brutal dan penuh kebiadaban, telah melakukan serangan terhadap kapal Mavy Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza. Serangan itu menewaskan 19 relawan dan puluhan lainnya luka-luka. Kapal itu berlayar dalam misi kemanusiaan, yang diikuti ratusan relawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan beberapa media. Kapal itu bukanlah armada perang yang mengangkut militer dan kekuatan perang untuk menyerang benteng Yahudi. Ini adalah aksi brutal kesekian kali yang semakin membuktikan kebiadaban Israel.

Berkenaan dengan hal ini maka Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus menyatakan :

  1. Mengutuk dengan sangat-sangat keras terhadap Israel yang biadab. Serangan terhadap kapal kemanusian ini semakin membuktikan bahwa Israel benar-benar Negara penjajah dan teroris sejati. Sementara itu tidak ada tindakan nyata dari Negara-negara di dunia dan PBB terhadap kebrutalan ini. Jadi sangat jelaslah bahwa slogan teroris ditempelkan kepada umat Islam tetapi tidak pernah disematkan pada Israel padahal kebrutalan mereka berulang kali sangat telanjang di depan mata.
  2. Jangan pernah mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada masyarakat internasional, sikap negara-negara Eropa, Dewan Keamanan PBB, aksi diplomasi dan perdebatan perundang-undangan tentang perairan regional dan internasional, Semua itu hanyalah upaya sia-sia secara politik dan lari dari tanggungjawab. Entitas batil Israel dan negara brandal ini terus-menerus melakukan aksi-aksi ilegal dan menginjak-injak undang-undang dan konvensi internasional. Tetapi negara-negara Barat dan PBB hanya maksimal mengecam tanpa sedikitpun tindakan nyata bahkan malah bergandengan tangan untuk memuluskan aksi-aksi brutal Israel.
  3. Menyeru dengan tegas kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin negara muslim dunia untuk mengirimkan tentara dan pasukan yang kuat guna melawan kebrutalan Israel. Karena Israel hanya mengenal bahasa perang dan hanya dengan inilah Israel akan berhitung sekian kali untuk melanjutkan embargo wilayah Gaza. Kami berharap kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin negeri-negeri Islam untuk “menjadi laki-laki walau sehari saja”
  4. Bila Susilo Bambang Yudhoyono dan para pemimpin negeri-negeri Islam tidak bersedia mengirim pasukan maka kami menyeru khusus kepada komandan-komandan tentara yang mukhlis di dalam militer Indonesia dan seluruh militer negeri-negeri Islam lainnya, untuk melawan Israel, tanpa mempedulikan lagi kepengecutan pemimpin-pemimpin mereka.
  5. Tolak Obama! Israel berani melakukan tindakan-tindakan brutal berulang kali pastilah ada pelindungnya dan tidak lain pelindung setia Israel adalah Amerika Serikat. Obama adalah presiden negara penjajah AS yang tidak bisa terlepas dari kebijakan luar negeri AS. Obama menyatakan di forum AIPAC “Siapa yang mengancam Israel berarti mengancam kita (AS) dan Israel selalu menghadapi bahaya di garis depan oleh karena itu saya akan memastikan keunggulan mutu militer Israel hingga bisa menghadapi ancaman dari gaza hingga teheran”. Dalam forum tersebut Obama juga menjanjikan US$ 30 milyar untuk biaya militer Israel. Jadi menerima Obama berarti menerima tertumpahnya darah kaum muslimin setiap saat di Palestina
  6. Menyerukan kepada umat Islam untuk secara sungguh-sungguh berjuang bagi tegaknya kembali Khilafah Islam, karena hanya dengan Khilafah maka persatuan umat akan terwujud dan umat Islam akan memiliki kekuatan untuk melindungi diri, harta, kehormatan dan tanah negeri-negeri Islam, termasuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Israel dan melawan kebiadabannya seperti yang nampak dengan telanjang saat ini.

Badan Eksekutif Koordinator Nasional (Bekornas)
BADAN KOORDINASI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS

Alamat : Jl. Sunan Giri No. 1 Rt 12/15 Rawamangun, Jakarta Timur

Telp/Hp : 087884960795 / 085710045957

Email: [email protected]

Website: dakwahkampus.com

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Suara Pembaca Lainnya

Trending