Selasa, 4 Jumadil Awwal 1444 H / 29 November 2022

Story of Love

cinta1Siapa sih yang tak kenal dengan “cinta”? tentu semua orang tau tentang ini, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, apalagi dengan kalimat. Cinta ini hanya bisa dirasakan dalam hati, hanya bisa diungkapkan dengan perbuatan, yakni perbuatan yang menunjukkan kasih sayang. Cinta ini hakikatnya adalah naluri yang telah ada sejak manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala dan tentunya kita sebagai manusia harus menjaga anugrah ini dan tidak mengotori dengan perbuatan yang melanggar aturan Allah.

Yang menjadi pertanyaanya adalah apakah Allah juga menciptakan hari kasih sayang? tentu tak asing lagi bagi kaum pemuda saat tanggal menunjukkan14 Februari, yah itulah hari “kasih sayang” bahasa gaulnya “Valentine Day”. Sebenarnya ada apa sih dengan Valentine Day ini? Pernahkah dibenak kalian muncul pertanyaan “bagaimana sejarah Valentine Day?”. Sebetulnya banyak versi tentang sejarah Valentine Day ini, ternyata ada cerita gelap dibalik asal usul hari inspirasi cinta ini. Untuk lebih jelasnya chek this out friends…

Cikal Bakal Valentine Day

VERSI 1
Cikal bakal terjadinya hari valentine adalah perayaan festival Lupercalia. Festival ini sudah sangat lama sekali terjadi. Yang di laksanakan pada zaman kerajaan Romawi sekitar abad ke 3. Perayaan festival Lupercalia dilaksanakan sekitar tanggal 13 hingga tanggal 18 februari. Dan di awali dengan dilakukannya upacara persembahan untuk dewi cinta Juno Februata. Dan tepat pada 14 Februarinya akan di lakukan sebuah permainan yang melibatkan para pemuda dan pemudi di wilayah kerajaan Romawi itu. Para pemuda pertama-tama akan mengundi nama nama gadis yang berasal dari dalam kota dari sebuah kotak kaca. Nama gadis yang mereka dapatkan akan otomatis terpilih menjadi pasangannya selama setahun. Hal ini sebenarnya di lakukan untuk kesenangan dan juga sebagai objek hiburan. Namun, sering juga banyak pasangan yang  jatuh cinta sungguhan dan akhirnya menikah. Sehari setelahnya para pemuda akan melecut gadisnya dengan menggunakan kulit binatang. Lecutan itu dipercaya akan meningkatkan kesuburan bagi para gadis. Festival ini pun berkembang dan penguasa beserta para tokoh agama Romawi mengkombinasikannya dengan nuansa Kristen Katolik yang sekaligus menjadi agama kerajaan. Suatu waktu Romawi mengalami peperangan yang menyebabkan Kaisar Claudius II memerintahkan para pria dan pemuda untuk ikut bertarung di medan pertempuran.  Namun, banyak pemuda yang berat meninggalkan kekasih dan keluarga mereka. Kaisar Claudius II pun membuat peraturan baru, untuk membatalkan semua pertunangan dan pernikahan di Romawi. Tentu saja keputusan ini mendapat banyak pertentangan keras dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari pastor Valentine. Valentine masih tetap menjalankan upacara pernikahan pasangan yang datang kepadanya. Namun upacara tersebut dilakukan secara sembunyi sembunyi. Kaisar Claudius II pun murka, ia memerintahkan menangkap Valentine dan memenggal kepalanya. Valentine pun wafat tepat di tanggal 14 Februari tahun 270 Masehi. Demi mengenang kematiannya, nama Festival Lupercalia pun di ganti menjadi Festival Valentine. Momentum itu pun berkembang menjadi hari penting bagi seluruh pasangan di dunia.

VERSI 2
Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda yaitu dibawah ini:

• pastur di Roma
• uskup Interamna (modern Terni)
• martir di provinsi Romawi Afrika.

Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas.Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

VERSI 3

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa: For this was sent on Seynt Valentyne’s day (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus) Whan every foul cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya). Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil pasangan Valentine mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi naskah British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
• Sore hari sebelum santo Valentinus akan mati sebagai martir, ia telah menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
• Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka diam-diam.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Pandangan Islam Terhadap Valentine Day
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Sudah sepatutnya kita sebagai muslim tidak ikut serta merayakan hari kemaksiatan itu. Padahal Alah Ta’ala telah melarang hambanya melakukan sesuatu tanpa mengetahui pengetahuan tentang apa yang dilakukannya, seperti dalam surat Al isra’:36 Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu TIDAK MEMPUNYAI ILMU tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.  (TQS. Al-Isra’ : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera (mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan (bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu. Begitu pula jika mereka ikut serta merayakan Valentine Day mereka sama saja seperti orang-orang kafir Romawi Kuno. Rosulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka ia termaksud didalamnya”
HR.Abu Dawud dan Ahmad

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Valentine Day

1. Sumber Asasi
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak. Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

2. Tujuan , Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan semenit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.

3. OPERASIONAL

Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara. Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27). Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sungguh ironis keadaan umat saat ini, terlebih dikalangan remaja yang minim dengan tsaqofah islam, jika ini dibiarkan secara terus menerus tanpa ada pihak Negara sebagai institusi tertinggi untuk mencegah hal itu lambat laun kaum muslim terutama remaja akan meninggalkan islam dan berkiblat pada budaya Kafir, dan tentu islam akan menjadi minoritas. Kenapa remaja yang sangat perlu perhatian lebih dari semua komponen masyarakat terutama Negara? Karena remaja adalah sosok pemuda yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan Negara kita tercinta ini, jika remaja saat ini sudah bobrok bagaimana bisa memeimpin bangsa ini? tidakkah kita semua mengambil pelajaran pada waktu Indonesia masih terjajah? hal itu dikarenakan pada saat penjajahan masyarakat Indonesia bodoh akan ilmu.

Maka dari itu ilmu itu sangat penting terutama ilmu islam, kenapa demikian? Karena ilmu islam mampu mengatasi semua problematika kehidupan yang terjadi di Negara kita tercinta ini, islam ada dengan membawa segudang peraturan, tidak hanya sekedar agama namun berisi aturan dalam menjalankan kehidupan, sehingga terciptalah masyarakat yang sejahtera. Tidak hanya kaum muslim yang sejahtera namun kaum non muslim pun akan diberi jaminan kehidupan.

Ukhti Yulia

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Ichiro dan Fenomena Jalan Raya Kita

Selasa, 03/02/2015 10:00

Sistem Rusak Berbuah Generasi Rusak

Sabtu, 31/01/2015 13:23

Suara Pembaca Lainnya

Trending