Selasa, 27 Zulqa'dah 1443 H / 28 Juni 2022

Surat Keberatan Arif Munandar

Depok, 26 Juli 2011

Kepada Yth.
Redaksi www.eramuslim.com
di Jakarta

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian alam. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas diri Rasulullah SAW.

Melalui surat ini saya menyampaikan pernyataan keberatan atas pemuatan potongan-potongan Disertasi untuk memperoleh gelar Doktor di bidang Sosiologi yang saya pertahankan dalam Sidang Akademik Terbuka Universitas Indonesia pada tanggal 5 Juli 2011 yang lalu di www.eramuslim.com. Sejauh yang saya ingat, setelah sidang berlangsung saya diwawancarai oleh seorang wartawan eramuslim, namun saya tidak pernah dimintai ijin, maupun konfirmasi, untuk memuat Disertasi saya di Eramuslim. Beberapa hari kemudian saya memang dihubungi via SMS oleh Bapak Mashadi (Pemred Eramuslim) untuk meminta soft-copy ringkasan Disertasi saya untuk Eramuslim. Dan saya merespon dengan menanyakan alamat email untuk mengirimkan soft-copy tersebut. Namun sampai saat ini saya belum pernah mengrimkan soft-copy yang dimaksud karena saya berniat untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu tentang tujuan dan teknis pemuatannya. Namun hal tersebut tertunda, dan belum saya lakukan hingga saat ini, karena saya mendapatkan kabar bahwa beliau mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di Rumah Sakit. Yang lebih fatal lagi, sesungguhnya hingga saat ini pihak Eramuslim belum memiliki versi lengkap dari Disertasi saya. Dengan demikian, besar kemungkinan bahan-bahan tersebut diambil dari Ringkasan Disertasi saya yang dibagikan pada saat Sidang Akademik.

Surat pernyataan keberatan ini terhitung terlambat saya sampaikan karena saya bukan pembaca setia Eramuslim. Saya hanya sempat membaca selintas wawancara saya. Itu tidak saya persoalkan, karena memang yang dimuat adalah jawaban-jawaban saya atas pertanyaan wartawan Eramuslim. Walaupun sesungguhnya saya keberatan dengan judul wawancara tersebut, “Arif Munandar: PKS Bingung dengan Identitasnya Sendiri”, karena tanpa penjelasan yang memadai judul itu sangat mungkin dipersepsikan negatif oleh pembaca. Namun kembali, yang lebih serius bagi saya adalah pemuatan potongan-potongan Disertasi saya di bawah beberapa judul, seperti “Arif Munandar: Faksionalisasi dalam PKS”, “Disertasi PKS Kembali ke Asholah”, “PKS Berubah menjadi Partai Pengejar Jabatan Publik”, dan “Ada Problem di dalam Tubuh PKS”. Saya baru mengetahui hal itu malam hari tanggal 26 Juli 2011 ketika ada seorang teman menelpon dan mengatakan bahwa yang ada di Eramuslim bukan hanya wawancara, namun juga potongan-potongan Disertasi saya.

Sebagaimana kita pahami bersama bahwa Disertasi adalah karya akademik yang tidak dipublikasikan. Hak pemublikasiannya sepenuhnya berada di tangan penulis. Sejauh ini saya hanya memberikan ijin tertulis pemublikasian Disertasi saya kepada Universitas Indonesia, sebagaimana layaknya karya akhir yang ditulis oleh mahasiswa UI. Sementara itu, “produk turunan” Disertasi saya, seperti Ringkasan Disertasi, baik berupa buku yang dibagikan kepada audiens Sidang Akademik Promosi Doktor saya, maupun berupa orasi ilmiah yang saya sampaikan pada sidang tersebut adalah naskah akademik yang diperuntukkan bagi forum akademik dimaksud. Dengan demikian, saya berkeyakinan bahwa Eramuslim tidak selayaknya mempublikasikan bagian-bagian dari Disertasi maupun Ringkasan Disertasi saya tanpa seizin saya sebagai penulis.

Lebih lanjut, pemahaman pembaca terhadap karya akademik seperti Disertasi hanya akan diperoleh ketika permasalahan dan pertanyaan penelitian, kerangka teoretik, data temuan, analisis, implikasi teoretik, kesimpulan, dan rekomendasi tersaji secara utuh. Sebaliknya, penyajian sebagian-sebagian, apalagi ditempatkan dalam kerangka tertentu dan disandingkan dengan opini wartawan/redaksi Eramuslim, akan mengundang persepsi dan pemahaman yang salah, menyimpang dari tujuan penelitian Disertasi saya, dan membawa dampak yang merugikan saya sebagai peneliti. Sebagai contoh, judul “PKS Berubah menjadi Partai Pengejar Jabatan Publik” sangat tendensius, dan saya sangat memahami jika hal tersebut menyinggung sebagian kader PKS. Padahal sesungguhnya dalam Disertasi saya hal tersebut adalah bagian kecil di mana saya sedang berupaya menempatkan PKS dalam tipologi partai politik berdasarkan orientasinya, yaitu the policy seeking party, the vote seeking party, dan the office seeking party (Wolinetz, 2002). Dengan kata lain, saya sedang mengkontekstualisasikan teori Wolinetz tersebut untuk membaca dinamika PK/PKS dari Pemilu 1999 ke 2004 dan 2009.

Oleh karenanya, melalui surat ini saya ingin menegaskan kepada para pembaca Eramuslim bahwa apa yang disajikan oleh Eramuslim pada tanggal 5 Juli 2011 di bawah judul-judul, “Arif Munandar: Faksionalisasi dalam PKS”, “Disertasi PKS Kembali ke Asholah”, “PKS Berubah menjadi Partai Pengejar Jabatan Publik”, dan “Ada Problem di dalam Tubuh PKS” sepenuhnya adalah persepsi redaksi Eramuslim terhadap Disertasi saya, dan bukan Disertasi itu sendiri. Di samping itu, saya meminta Eramuslim menghapus artikel-artikel tersebut dari arsip yang terdapat di website www.eramuslim.com. Selain itu, saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada institusi PKS dan para kader PKS yang terganggu oleh artikel-artikel tersebut.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian redaksi dan pembaca Eramuslim, saya ucapkan terimakasih.

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Dr. Arief Munandar, ME.

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Kami sangat berterima kasih atas respon dan kritik dari Bapak Arif Munandar terhadap isi pemberitaan kami tentang disertasi beliau di eramuslim. Kami memohon maaf jika hal tersebut menjadi kurang berkenan dan menjadi sebab hubungan yang kurang baik antara kami dengan Bapak Arif Munandar.

Sebagai penjelasan, eramuslim sebenarnya mengutus tiga orang redaksi di acara Sidang Akademik Terbuka Universitas Indonesia pada tanggal 5 Juli 2011. Satu orang adalah Mashadi sendiri yang juga pemred eramuslim untuk menyaksikan langsung acara disertasi tersebut. Staf redaksi yang kedua adalah seorang fotografer yang meliput acara tersebut dari sudut pandang foto jurnalistik. Dan yang terakhir adalah seorang reporter yang meliput isi acara disertasi sekaligus melakukan konfirmasi atas apa yang disampaikan dalam disertasi tersebut.

Apa yang kami beritakan dalam acara disertasi tersebut adalah sebagai bentuk pengungkapan fakta peristiwa. Bahwa, di waktu dan tempat tersebut berlangsung sebuah acara disertasi dengan isinya yang kami muat.

Di sisi lain, kami pun melakukan wawancara langsung dengan Bapak Arif Munandar sebagai narasumber utama kami untuk melakukan konfirmasi terhadap apa yang kami dapat dalam pengungkapan fakta peristiwa tersebut. Untuk judul wawancara, kami ambil dari statemen Bapak Arif Munandar sendiri dalam isi wawancara tersebut.

Dalam hal pemuatan isi disertasi lengkap dalam rubrik Lapsus, sebelumnya kami sudah sampaikan melalui pemred kepada Bapak Arif Munandar secara langsung dengan meminta softcopy disertasi. Hal tersebut sengaja kami lakukan agar pembaca tidak salah persepsi terhadap penggalan berita atau wawancara yang kami muat.

Sayangnya, hampir tiga pekan permohonan langsung tersebut kami sampaikan, tidak juga mendapat jawaban dari Bapak Arif Munandar. Dan akhirnya, karena kami khawatir adanya salah persepsi dari pembaca terhadap berita tentang disertasi tersebut, kami berinisiatif untuk memuatnya secara utuh dari ringkasan disertasi yang kami dapatkan. Tapi kemudian, inisiatif itu kami hentikan dengan memuat satu bagian saja, karena khawatir ada salah paham dengan Bapak Arif Munandar.

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas tanggapan dari Bapak Arif Munandar terhadap pemberitaan kami. Berkenaan dengan hal-hal yang diminta Bapak Arif Munandar akan kami diskusikan dahulu untuk kemudian kami ambil tindakan yang secepat mungkin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

redaksi.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Baca Juga

Mengentaskan Problematika Bangsa

Selasa, 19/07/2011 17:11

Pornografi di Film Serdadu Kumbang

Senin, 04/07/2011 11:07

Suara Pembaca Lainnya

Trending