Rabu, 14 Rabiul Awwal 1441 H / 13 November 2019

Tentang Lelaki Hina

Dirinya diobati, di berikan air minum dan di perkakukan sama dengan korban lainnya. Seklompok orang yang mengelinya melakukan interogasi dengan kamera video. Meminta pengakuan dirinya atas aktifitas yang dilakukan. Di periksa akun sosial medianya daj di temukan bahwa dirinya sangat hina kala menghujat dan mengumbar kebencian pada umat.

Terjadi kemarahan umat pada dirinya, diminta mengaku berasal dari mana dan berapa dirinya dibayar untuk memproduksi ujaran kebencian. Pernyataannya di rekam sebuah kamera HP

Dia mengaku, selama ini di bayar 3,2juta. Dia pun meminta maaf atas kerja hina yang pernah ia lakukan. Rekaman pengakuannya disebar untuk memberi tau publik bahwa benar buzzer penguasa dibayar. Konten2 kebencian yang mereka sebarkan adalah bagian dari kerja itu.

Beredarnya video itu membuat kelompok buzzer resah, viralnya video itu semakin memperburuk citra mereka di samping jokowi. Mereka gak terima, mereka menuntut temannya di bebaskan karena di culik.

Kata penculikan mereka viralkan melawan pengakuan si pria hina dalam video. Polisi bergerak, namun belum berhasil menemulan.

Di sebuah masjid, lelaki hina dalam video tidak mengalami pemukulan. Ketegasan kata-kata dalam video bermaksud agar dia mengakui bekerja untuk siapa dan berapa bayarannya.

Selesai di obati, diberikan makan dan minum. Lelaki hina ini di berikan alas untuk tempat tidur. Dia terlelap walau masih menahan sakit di mukanya. Tidurnya mungkin tidak nyenyak, namun perlakuan yang ia terima adalah bukti bahwa dirinya masih di layani dengan baik.

Ke esokan hari, dirinya masih di jamu sarapan dan air minum pagi.

Petugas masjid dan sekelompok relawan masjid membantu dirinya untuk pulang. kondisinya yang masih lemah tidak memungkinkan untuk membawa sepeda motor. Dipesankan mobil angkutan untuk membawa dirinya dan sepeda motor kesayangan.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

Baca Juga

Wamena Membantai Saudara Kami…

Senin, 30/09/2019 09:00

Kami Merantau Bukan Mencari Lawan

Sabtu, 28/09/2019 16:00

Suara Pembaca Lainnya

Trending