Senin, 14 Rajab 1444 H / 6 Februari 2023

Membaca Agenda di Balik Isu Covid-19

Eramuslim.com – Sebuah Kontemplasi Kecil Geopolitik

Beberapa waktu ini —di tengah pandemi menerkam bumi— saya sengaja agak menjauh dari “keramaian,” mencoba melihat secara jernih atas apa yang sejatinya terjadi di balik pandemi Covid-19. Karena dalam konstelasi geopolitik, apa yang terjadi di atas permukaan, bukanlah apa yang sesungguhnya berlangsung. Penjauhan diri dengan jarak sosial ini, semacam kontemplasi kecil-kecilan berbasis geopolitik. Inilah uraian singkat lagi sederhana.

Jika dicermati secara lebih dalam, seruan lockdown sebagai satu-satunya clue (petunjuk) dari WHO ke berbagai negara guna memutus matarantai pandemi, bukanlah sekedar clue semata, kuat diduga ada agenda penggiringan opini publik agar masuk pada kondisi tertentu —semacam hidden agenda— yang diharap oleh para aktor di balik WHO. Entah siapa mereka.

Saya coba menawarkan asumsi, bahwa isu Covid-19 bukanlah masalah antara Amerika (AS) atau Cina yang kini asyik perang hipotesis. Saling tuduh, menggiring opini, saling tebar narasi, dan seterusnya. Dalam asumsi ini, menurut hemat penulis, keduanya justru merupakan korban dari sebuah hidden agenda yang tengah dijalankan oleh invisible hands dengan menumpang kewenangan WHO.

Adapun pointers narasi daripada hidden agenda para aktor di balik WHO diprakirakan sebagai berikut:

Pertama, menyandera setiap negara bahwa pandemi tidak sekedar persoalan kesehatan semata, tetapi juga sebuah konsensus politik, selain konsekuensi logis atas clue di atas berupa kelumpuhan ekonomi baik skala mikro maupun makro, termasuk penggerusan aspek religi, mengikis sosial budaya, mencabut local wisdom dan seterusnya di berbagai negara. Barangkali, inilah skenario “pemiskinan global” dan kekacauan/kepanikan massal yang diremot dari balik layar secara lembut, cerdas dan sistematis. Ibarat permainan biadab, drama pemiskinan dan kepanikan ini dimainkan melalui tata cara (seolah-olah) beradab. Kenapa demikian? Ya. Ketika tingkat kematian mirip dengan flu —baru sekitar 0,1%— maka pola lockdown seyogianya belum saatnya dan tidak dapat dibenarkan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Guna-guna dan Obatnya

Selasa, 11/08/2009 15:07

APA SUSU KAMBING MIRIP DENGAN ASI?

Jumat, 04/10/2019 10:21

Tanya Efek Obat-obatan Herbal

Jumat, 28/08/2009 10:00

Kegigihan Sang Anak

Jumat, 28/08/2009 14:15

Salahkah Mereka?

Sabtu, 01/03/2014 08:40

Hidup di Dunia yang Singkat

Minggu, 15/12/2013 12:32

Baca Juga

Satu Ramadhan In History (1)

Jumat, 24/04/2020 16:15

Tahukah Anda Lainnya

Trending