Ahad, 2 Zulhijjah 1443 H / 3 Juli 2022

Cairan Wanita selain Haid, Nifas dan Istihadhah

Assalamu’alaikum wr. wb.

Dari literatur fiqh yang pernah saya baca, saya hanya menemukan pembahasan mengenai haid, nifas dan istihadhah. Padahal ada cairan wanita yang lainnya. Untuk itu saya mohon penjelasan ustadz menegenai cairan wanita sebagai berikut:

1. Air ketuban, najiskah dan masih wajibkah melakukan sholat jika keluar?

2. Lendir yang kadang bercampur darah sebagai pertanda akan kelahiran bayi, najiskah dan masih wajibkah melakukan sholat jika keluar?

3. Pelumas ketika melakukan senggama, najiskah?

4. Keputihan, najiskah dan masih wajibkah melakukan sholat jika keluar?

Saya juga mohon penjelasan ustadz menegenai wanita yang mengeluarkan istihadhah. Yang saya tahu wanita tersebut harus berwudhu setiap akan melakukan sholat. Pertanyaan saya bagaiman jika wanita tersebut akan menjama’ sholat, cukupkah 1 wudhu untuk 2 sholat yang dijama’ atau 1 wudhu untuk 1 sholat? Apakah ketentuan harus wudhu itu juga berlaku untuk sholat sunah rowatib (sebelum sholat sunah rowatib berwudhu kemudian sebelum sholat wajibnya berwudhu lagi)?

Terimakasih atas jawabannya karena banyak wanita yang belum paham mengenai hal ini.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di dalam ilmu fiqih yang kita kenal, semua benda yang keluar lewat kemauan depan dan belakang adalah termasuk benda-benda najis. Baik berujud cair, padat maupun gas.

Sehingga darah yang keluar lewat kemaluan wanita, baik darah haidh, nifas maupun istihadhah, semuanya adalah najis. Termasuk kategori ini flek, keputihan, nanah, air kencing, air mani, endir pelumas saat senggama dan semuanya adalah najis.

Pengecualiannya hanya satu, yaitu air mani. Para ulama umumnya tidak menajiskan air mani. Lagi pula, bila air mani dibilang najis, bagaimana hukumnya dengan manusia bayi?

Bila ada benda keluar lewat kemaluan depan atau belakang, maka orang yang mengalaminya akan kehilangan hadats kecil. Sehingga dia wajib berwudhu’ bila ingin melakukan shalat, puasa atau ibadah mahdhah lainnya.

Kecuali bila yang keluar darah haidh, nifas atau air mani, maka hukumnya adalah hadats besar. Untuk itu wajib untuk mandi janabah sebagai pengangkat hadats besar itu.

Wallahu ‘alam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

A Day with the Prophet

Senin, 26/06/2017 12:22

Sistem Ekonomi Islam (7)

Senin, 02/03/2009 15:00

Istri menolak berhubungan Sex

Selasa, 08/02/2011 14:22

Ayah, Itu Ada Dompet!

Jumat, 02/03/2007 07:22

Jiwa

Jumat, 07/05/2010 11:08

Menimba Cinta di Lahan Seberang

Sabtu, 29/01/2011 18:33

Baca Juga

Batas Cuti Shalat bagi Wanita

Rabu, 28/06/2006 12:07

Cara Berwudhu Wanita Berjilbab

Selasa, 27/06/2006 15:59

Apa itu Mazi?

Kamis, 22/06/2006 11:51

Bolehkah Wudhu&#039 dalam WC?

Senin, 19/06/2006 10:22

Apakah Hadats itu Kotoran Kecil?

Senin, 19/06/2006 09:08

Thaharah Lainnya

Trending