Jum'at, 13 Muharram 1444 H / 12 Agustus 2022

Bekerja di sebuah perusahaan dengan pengalaman palsu, bolehkah?

Bila ingin bertanya silahkan kirimkan email ke [email protected]

Pertanyaan: 

Assalamu’alaikum Ustadz,

Saya ingin bertanya, bagaimanakah hukumnya jika seseorang mendapat suatu pekerjaan/Jabatan  dengan cara memalsukan Daftar Riwayat Hidup atas dasar perintah orang lain. Ini merupakan pegalaman pribadi saya dimana saya ditawarkan sebuah pekerjaan dan jabatan disuatu perusahaan oleh teman saya yang merupakan orang no 2 di perusahaan tersebut. Akan tetapi karena saya tidak punya pengalaman untuk menduduki posisi tersebut, saya kurang berminat terhadap tawaran teman saya. Akan tetapi teman saya (orang no 2 di perusahaan tersebut) menyuruh saya agar memasukan pengalaman di bidang Akuntasi pada Daftar Riwayat Hidup saya dengan kata lain saya disuruh untuk memalsukan Daftar Riwayat Hidup saya agar bisa diterima di perusahaan teman saya tersebut. Padahal saya tidak punya pegalaman di bidang itu. Sampai akhirnya saya diterima bekerja di perusahaan teman saya bekerja sebagai Assistant Manager Finance Accounting dan HRD GA.

Sejujurnya dalam hati saya tidak menyukai proses yang seperti ini, terlebih lagi saya harus berbohong untuk sebuah pekerjaan. Dan sampai saat ini pun saya tidak tenang dalam bekerja karena saya selalu teringat suatu ucapan teman saya “jika suatu pekerjaan dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya”. Saya tidak ingin terjadi kepada saya dan sampai saat ini saya memperbanyak amalan Dhuha, Tahajjud serta sadaqah untuk meminta ampun kepada Allah atas kesalahan saya dan agar saya bisa terbebaskan dari rasa bersalah ini (mendapatkan pekerjaan baru tanpa harus dengan Datar Riwayat Hidup palsu)

Afwan ustadz, saya jadi curhat dan Mohon pencerahaan nya dilihat dari hukum secara syar’i.

Syukron….

Wassalamu’allaikum,

Bayu

Jawaban

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara Bayu, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kasih sayang-Nya kepada anda dan membukakan pintu rezeki yang halalan thayyiban. Memperhatikan permasalahan yang sedang anda hadapi memang ini suatu hal yang tidak dibenarkan dalam Islam.  Karena ini termasuk sebuah pengelabuan dan penipuan serta perbuatan dusta yang tentunya akan merugikan pihak-pihak terkait.

Pemalsuan dan penipuan dalam bentuk dan alasan apapun jelas-jelas tidak dibenarkan, baik secara hukum yang berlaku di Indonesia apalagi dalam pandangan hukum syar’i.

Rasulullah SAW bersabda:

“مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا”.

“Barang siapa yang menipu kami maka bukan dari golongan kami”. (HR. Muslim)

Namun kalau sudah terlanjur diterima disebuah perusahaan seperti ini, bagaimana yang harus anda lakukan?

Pada dasarnya seseorang diperbolehkan melanjutkan pekerjaannya bila dirinya merasa dan terbukti dapat melaksanakan pekerjaannya secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan walau pun misalnya dia tidak memiliki ijazah.

Namun dalam kasus anda ini bisa saja setelah terlanjur berjalan dan perusahaan tidak merasa dirugikan maka anda harus membuktikan bahwa anda benar-benar menguasai bidang yang menjadi tanggung jawab anda di perusahaan tersebut. Barangkali teman anda yang mengajak anda bekerja di perusahaan tersebut mengetahui bahwa persyaratan pengalaman di bidang akuntansi tersebut sebagai formalitas, walaupun kemungkinan ini sangat kecil. Namun hendaknya anda terus berusaha memperbaiki kinerja dan berusaha untuk memperdalam ilmu akuntansi sehingga anda akan benar-benar menjadi karyawan yang profesional sesuai dengan bidang yang anda geluti saat ini. Dengan demikian anda dapat membuktikan bahwa anda adalah pekerja profesional yang dapat diandalkan perusahaan tempat anda bekerja.

Berikut ada beberapa langkah dan cara untuk memperbaiki dan menghadapi permasalahan yang sedang anda alami, silahkan anda yang lebih mengetahui kondisinya point mana yang harus anda dahulukan:

  1.  Bila memungkinkan anda bisa berterus terang kepada orang yang menerima anda di perusahaan tersebut. Pertama kali  anda harus meminta maaf sebelum mengutarakan permasalahan yang selama ini anda pendam dan sembunyikan.
  2.  Cari waktu dan kesempatan yang tepat, berkata jujur dan berterus terang, saya kira pihak-pihak yang berwenang  akan menghargainya, walau pun barangkali akan ada kekecewaan setelah itu.
  3.  Anda harus perdalam ilmu akuntansi, baik dengan cara berkonsultasi dengan orang yang lebih ahli, membaca buku tentang marketing atau bila memungkinkan sempatkan untuk kuliah dengan mengambil jurusan akuntansi. Sehingga pada saat berterus terus terang nanti anda sudah benar-benar dan memang pada akhirnya sangat menguasai ilmu akuntasi tersebut.
  4.  Buktikan bahwa anda bisa bekerja dengan baik dan minta kepada orang yang menerima anda bekerja di perusahaan tersebut  untuk memaafkan.
  5.  Bila pada akhirnya anda di PHK (semoga tidak terjadi), setelah anda meminta maaf dan berterus terang dengan memperbaiki kinerja anda terimalah dengan lapang dada, insya Allah niat baik anda akan Allah balas dengan peluang dan tempat kerja yang lebih baik.
  6. Terus perbanyak amalan yang selama ini anda lakukan seperti dhuha, tahajjud serta sadaqah agar Allah SWT mengampuni kesalahan yang pernah anda lakukan. Dan anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan di perusahaan tersebut.

Demikian semoga Allah memberikan kemudahan dan jalan keluar terbaik atas problematika yang sedang anda hadapi serta memberikan keberkahan dan rezeki yang halalan thayyiban. Amien. Wallahul Musta’an wa huwa a’lamu bishshawab.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Ikuti update terbaru di Channel Telegram Eramuslim. Klik di Sini!!!

loading...

Rekomendasi

Malu Suami

Selasa, 21/07/2009 19:02

Belitan Naga Digital RRCina

Kamis, 14/03/2019 12:00

Dakwah Secara Diam-Diam

Selasa, 26/06/2007 09:19

Tiga Tanda Kebodohan

Selasa, 29/06/2021 10:00

Apakah Isteri Kedua Dapat Warisan?

Kamis, 06/07/2006 10:31

Ya Allah, Kembalikan Sahabat Kami…

Selasa, 12/02/2008 16:31

Polisi Salah Asuh

Senin, 11/11/2013 07:22

Baca Juga

Baca Quran Dilagukan, Boleh?

Senin, 15/10/2012 06:49

Apa Keutamaan Ibadah Haji?

Senin, 08/10/2012 09:16

Wakaf Uang, Bolehkah ?

Jumat, 27/07/2012 15:36

Ustadz Menjawab Lainnya

Trending